Daftar Isi
Tumpukan utang untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan atau AI mulai memicu kekhawatiran di kalangan investor. Situasi tersebut berisiko menekan harga saham sejumlah perusahaan penyedia komputasi AI, di antaranya CoreWeave, Iren, dan Nebius, seiring masifnya kebutuhan pendanaan pembangunan pusat data.
Kenaikan Biaya Risiko Gagal Bayar
Kecemasan pasar meningkat setelah biaya perlindungan terhadap risiko gagal bayar utang yang ditanggung CoreWeave mengalami lonjakan. Di saat bersamaan, imbal hasil obligasi perusahaan tersebut turut merangkak naik, sehingga memicu pertanyaan dari para investor mengenai porsi utang jumbo yang dipakai untuk membiayai konstruksi pusat data.
Menanggapi situasi ini, Chief Revenue Officer Nebius Marc Boroditsky menyatakan bahwa kondisi finansial perusahaannya berbeda dari CoreWeave. “Karena kami tidak memiliki jenis utang seperti yang mereka miliki,” ujar Boroditsky seperti dilaporkan CNBC Indonesia, Kamis (22/10/2026).
Permintaan Komputasi dan Kenaikan Harga
Terlepas dari berbagai kekhawatiran yang ada, Boroditsky memandang permintaan terhadap komputasi AI masih berada di level yang sangat kuat. Ia memproyeksikan seluruh kapasitas komputasi milik Nebius yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2027 akan terserap penuh oleh para pelanggan, dan potensi serupa diyakini berlanjut hingga 2028.
Nebius turut mencatat adanya tren kenaikan harga untuk layanan komputasi AI. Berdasarkan hasil lelang kapasitas komputasi yang diselenggarakan perusahaan pada hari Selasa, tarif per megawatt terpantau terus menanjak. Saat disinggung mengenai kemungkinan harga tersebut melampaui estimasi awal, Boroditsky menjawab, “Ya.”
Pandangan optimis juga diungkapkan oleh CEO Crusoe Chase Lochmiller. Ia menyebutkan bahwa tarif sewa unit pengolah grafis atau GPU Nvidia edisi lama seperti A100 kini bertarif lebih tinggi ketimbang posisi pada 2020 atau 2021. Bahkan, tarif untuk model H100 juga melampaui nominal saat chip tersebut pertama kali diluncurkan pada 2023.
Lonjakan Pendapatan SpaceX
Menurut Lochmiller, lonjakan harga tersebut merupakan cerminan dari tingginya kebutuhan komputasi AI sejalan dengan model AI yang kian kompleks. Dinamika ini membantu para pelaku usaha infrastruktur AI dalam memaksimalkan perolehan pendapatan dari GPU yang sudah dibeli sekaligus mempercepat proses pengembalian modal.
Sentimen positif di pasar kian menguat usai SpaceX mengumumkan perolehan pendapatan dari lini bisnis AI miliknya melesat sembilan kali lipat hingga menyentuh angka US$7,56 miliar. Direktur Keuangan SpaceX Bret Johnsen menyampaikan bahwa tarif layanan komputasi saat ini sedikit berada di atas batas kisaran US$30 sampai US$50 per watt.
Boroditsky menilai pencapaian tersebut membuktikan bahwa tingginya permintaan komputasi AI masih jauh melampaui ketersediaan pasokan di pasar. Walau demikian, tingginya permintaan serta tren penguatan harga belum sepenuhnya meredakan kecemasan investor, mengingat kebutuhan modal yang masif untuk pengadaan GPU dan pembangunan pusat data tetap menjadi ujian tersendiri bagi perusahaan yang bergantung pada pendanaan utang.





