Daftar Isi
Kabar mengenai penutupan perusahaan besar seperti firma hukum Weil, Gotshal & Manges mengejutkan banyak pihak di Amerika Serikat. Komite manajemen firma tersebut merekomendasikan agar para mitra mempersiapkan penutupan operasi setelah berdiri lebih dari 90 tahun, dengan pemungutan suara mitra yang dijadwalkan dalam beberapa hari ke depan, seperti dilaporkan oleh CNBC.
Bergerak Cepat Tanpa Menunggu
Bagi karyawan baik di bidang hukum maupun non-hukum yang menghadapi situasi pembubaran perusahaan, langkah pertama adalah tidak menunggu debu mereda atau hanya berharap pada penyelamatan di menit-menit akhir. Banyak pegawai yang terjebak dalam pola menunggu penawaran dari atasan mereka atau mengandalkan periode gaji selama 90 hari, seperti dilaporkan oleh Reuters. Pasar kerja saat ini sudah sangat padat, sehingga pencari kerja disarankan untuk mencari peluang baru secara mandiri sejak dini agar tidak tertinggal dari rekan-rekan sejawat mereka.
Waspada dan Berhati-hati dalam Bertindak
Meskipun harus bergerak cepat, para karyawan diingatkan untuk tidak bertindak berdasarkan rasa takut yang dapat membuat mereka dimanfaatkan oleh pihak lain. Dalam industri hukum, pengiriman resume secara sembarangan kepada banyak perekrut justru dapat merugikan karena perusahaan tujuan sering kali enggan memproses lamaran yang dikirimkan oleh lebih dari satu agen. Oleh karena itu, para pencari kerja disarankan untuk memilih satu perekrut terpercaya atau memanfaatkan jalur koneksi langsung yang terverifikasi, sementara pekerja non-hukum juga harus berhati-hati terhadap sumber penawaran kerja yang meragukan.
Mengatasi Celah Riwayat Pekerjaan
Kekhawatiran mengenai celah dalam riwayat pekerjaan atau perpindahan kerja yang terlalu cepat sebaiknya tidak menjadi beban berlebih dalam situasi darurat seperti ini. Calon pemberi kerja umumnya akan memahami alasan di balik pengangguran massal akibat penutupan perusahaan, meskipun toleransi tersebut memiliki batas waktu sekitar satu hingga enam bulan. Apabila terpaksa mengambil pekerjaan darurat demi bertahan hidup, karyawan tetap diperbolehkan untuk pindah kerja dengan cepat begitu mereka berhasil keluar dari situasi krisis tersebut.
Sebagai penutup, Danielle Thompson yang merupakan seorang perekrut hukum dan mantan pengacara tenaga kerja mengingatkan para pekerja untuk tetap berbuat baik kepada diri sendiri dan sesama di tengah situasi yang tidak adil ini. Karyawan yang telah mendapatkan pekerjaan baru didorong untuk meneruskan bantuan kepada rekan-rekan lain yang masih berjuang mencari pekerjaan melalui berbagi sumber daya dan koneksi profesional.
Sumber: US Top News and Analysis




