Produk makanan yang sudah berhenti diproduksi biasanya sulit dicari di pasaran, namun kelangkaan tersebut justru dimanfaatkan sejumlah penjual untuk menaikkan harga berkali-kali lipat. Hal ini terjadi pada sup kalengan merek Campbell’s varian Cream of Shrimp yang kini ramai diperjualbelikan kembali dengan harga fantastis secara daring.
Lonjakan Harga di Platform Online
Seperti dilaporkan Dexerto pada Rabu (23/10/2026), sejumlah *reseller* mulai memborong sup kalengan Campbell’s untuk dijual melalui platform belanja online dengan harga yang jauh lebih mahal. Padahal, produk tersebut biasanya bisa didapatkan di toko-toko dengan kisaran harga 1,50 hingga 2,50 USD atau setara dengan Rp27.000 sampai Rp45.000 per kaleng.
Keputusan pihak produsen menghentikan pembuatan varian rasa udang tersebut pada tahun 2025 sempat memicu kekecewaan di kalangan penggemar setia. Kondisi ini dikarenakan produk tersebut sering diandalkan sebagai bahan dasar untuk meracik saus serta berbagai jenis hidangan rumahan lainnya.
Penawaran Harga di Situs eBay
Kini, sejumlah penjual menawarkan produk sup tersebut lewat situs eBay dengan banderol yang bervariasi. Untuk paket kemasan berisi dua kaleng, para penjual mematok harga antara 25 sampai 35 USD atau sekitar Rp452.000 hingga Rp632.000.
Sementara itu, untuk pembelian satu kaleng sup saja, pembeli harus merogoh kocek sekitar 12 hingga 18 USD atau setara Rp217.000 sampai Rp325.000. Lonjakan harga paling mencolok terlihat pada penawaran paket berisi 12 kaleng sup.
Jika sebelumnya satu lusin produk tersebut dipasarkan sekitar 20 sampai 30 USD atau Rp362.000 hingga Rp543.000, kini ada penjual yang terang-terangan memasang harga mencapai 150 USD atau sekitar Rp2,7 juta.
Bahkan, beberapa akun penjual lainnya menawarkan paket khusus sup yang sudah langka tersebut dengan harga melampaui 200 USD atau menembus angka Rp3,6 juta.
Beberapa toko dilaporkan masih menyimpan sisa stok varian Cream of Shrimp meski produksinya sudah resmi dihentikan. Persediaan tersebut dipastikan tidak akan ada lagi setelah seluruhnya habis terjual di pasaran.
Situasi tersebut menjadi celah bagi para *reseller* untuk memborong sisa stok yang ada sebelum barangnya benar-benar punah dari peredaran. Meskipun demikian, angka-angka fantastis yang tertera di situs eBay tersebut merupakan harga yang dipatok oleh penjual, dan belum dapat dipastikan apakah produk-produk berharga tinggi itu benar-benar laku terjual.
Sumber: Food - Detikcom







