Teknologi

Studi Ungkap Larangan HP di Kelas Tingkatkan Fokus Belajar

Studi Ungkap Larangan HP di Kelas Tingkatkan Fokus Belajar

Sebuah studi yang melibatkan sekitar 16 ribu peserta dari sejumlah universitas di India membuktikan bahwa pelarangan akses handphone di kelas dapat meningkatkan fokus belajar dan prestasi akademik para mahasiswa. Gangguan dari handphone seperti getaran dan suara notifikasi diketahui dapat mengganggu konsentrasi, sehingga aktivitas pembelajaran jadi sering terganggu.

Metodologi Percobaan Skala Besar

Percobaan ini melibatkan 16.683 mahasiswa dari sejumlah kampus di Odisha, India. Para mahasiswa dibagi secara acak menjadi beberapa kelompok, di mana sebagian diminta memasukkan handphone ke dalam kotak, sementara kelompok lainnya dibiarkan menggunakan handphone seperti biasa.

Peneliti kemudian membandingkan berbagai faktor seperti nilai ujian, kehadiran, dan pengalaman mahasiswa selama satu semester penuh. Selain itu, tim peneliti juga melakukan pemantauan berupa survei dan observasi selama proses penelitian ini berlangsung.

Hasil penelitian tersebut telah diterbitkan di jurnal Science dengan judul “Phones impede learning: Evidence from a massive phone-free classroom experiment”. Berdasarkan situs resmi University of Copenhagen yang dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (20/10), peneliti studi Andreas Bjerre-Nielsen menyatakan bahwa bukti eksperimental mengenai pelarangan gawai di ruang kelas sebelumnya masih sangat terbatas.

“Telah terjadi perdebatan luas tentang penggunaan telepon seluler di ruang kelas, tetapi bukti eksperimentalnya terbatas. Di sini, untuk pertama kalinya, kami dapat menunjukkan dalam skala yang sangat besar bahwa menghilangkan telepon dari ruang kelas benar-benar membuat perbedaan dalam pembelajaran,” kata Bjerre-Nielsen.

Dampak Positif dan Pengurangan Kesenjangan

Penelitian ini membuktikan bahwa efektivitas kebijakan pelarangan handphone setara dengan efektivitas kebijakan peningkatan standar pendidikan yang lain. Mahasiswa yang tidak menggunakan handphone selama kelas berlangsung meraih peningkatan hasil akademik dan lebih unggul dibandingkan dengan mahasiswa yang tetap diizinkan menggunakan gawai.

Perubahan yang signifikan tampak lebih jelas pada para mahasiswa yang memiliki nilai rendah sebelum percobaan berlangsung. Para peneliti mengungkap bahwa kesenjangan akademik antar-mahasiswa jadi semakin menipis setelah penerapan kebijakan tersebut.

“Ini menunjukkan bahwa pembatasan telepon seluler tidak hanya dapat meningkatkan pembelajaran secara umum, tetapi juga dapat membantu mengurangi kesenjangan prestasi,” ujar Bjerre-Nielsen.

Setelah percobaan selesai, para mahasiswa dilaporkan semakin mendukung kebijakan ini karena merasakan manfaatnya secara langsung. Peneliti juga mengamati bahwa perilaku yang mengganggu dan percakapan yang tidak berhubungan dengan pelajaran menjadi semakin berkurang, sementara para pengajar secara tidak langsung juga semakin mengurangi penggunaan handphone mereka sehingga aktivitas belajar mengajar jadi lebih fokus dan aktif.

Temuan hasil penelitian ini memberikan bukti baru dalam perdebatan dan kebijakan di banyak negara mengenai aturan penggunaan gawai dalam proses pembelajaran. Meskipun demikian, para peneliti menegaskan bahwa studi ini dilakukan di tingkat universitas, sehingga masih diperlukan penelitian serupa untuk mengetahui apakah dampaknya juga sama pada siswa di sekolah dasar dan menengah.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *