Daftar Isi
Pasar saham global bergerak bervariasi pada perdagangan Jumat dengan sektor barang mewah Eropa mengalami penurunan tajam, dipimpin oleh merosotnya saham induk perusahaan Gucci, Kering. Di sisi lain, produsen kosmetik L’Oréal dan perusahaan pertahanan Swedia Saab mencatatkan kinerja positif di tengah dinamika ekonomi Asia dan Inggris.
Saham Barang Mewah Tertekan, L’Oréal Melaju
Saham Kering anjlok 12 persen pada awal perdagangan setelah melaporkan pendapatan kuartal ketiga yang mengecewakan. Penurunan ini menempatkan saham Kering di posisi terbawah indeks Stoxx 600 Eropa, sekaligus memperbesar kerugian sahamnya menjadi 43 persen dalam 12 bulan terakhir. Penjualan toko yang sama turun 1 persen secara keseluruhan, didorong oleh penurunan 6 persen pada brand utamanya, Gucci.
Analis Bernstein, Luca Solca, menjelaskan bahwa menghidupkan kembali momentum brand Gucci terbukti sangat menantang di tengah kondisi makroekonomi yang sulit saat konsumen menghadapi kenaikan biaya hidup. Solca menambahkan, “Unsurprisingly, management has stepped back from its initial outlook of a return to growth by the end of the year.”
Pelemahan ini juga berdampak pada saham perusahaan barang mewah Eropa lainnya. Saham LVMH turun 1,5 persen, pemilik Cartier Richemont turun 2,4 persen, dan Hermes melemah 1,2 persen. Sementara itu, L’Oréal justru mencatatkan kenaikan penjualan kuartal ketiga melebihi perkiraan sebesar 35,33 miliar euro ($39,6 miliar) atau tumbuh 7,7 persen secara like-for-like. CEO L’Oréal Nicolas Hieronimus menyatakan, “The global beauty market, once again, proved its resilience in a challenging context – and we continued to significantly outpace it,” dan saham L’Oréal pun menguat lebih dari 3,7 persen.
Kinerja Sektor Pertahanan dan Data Penjualan Eceran
Perusahaan pertahanan Swedia, Saab, melaporkan lonjakan pesanan baru lebih dari tiga kali lipat menjadi 65,8 miliar krona Swedia ($6,6 miliar) pada kuartal ketiga, melampaui ekspektasi FactSet sebesar 56,4 miliar krona. Lonjakan ini didorong oleh kontrak senilai 24,6 miliar krona untuk pengadaan 16 jet tempur Gripen E ke Ukraina yang ditandatangani pada Juni lalu. Penjualan kuartalan Saab mencapai 20,6 miliar krona dengan laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) sebesar 1,95 miliar krona.
Di Inggris, penjualan eceran September turun 0,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya, lebih dalam dari perkiraan penurunan 0,1 persen dalam survei Reuters. Meski demikian, Office for National Statistics mencatat volume penjualan eceran kuartal ketiga naik 0,7 persen dari kuartal sebelumnya. Phil Monkhouse dari Ebury menilai penurunan ini menunjukkan kondisi konsumen yang masih rapuh di tengah kenaikan harga dan ketidakpastian anggaran pemerintah mendatang.
Dinamika Pasar Saham dan Ekonomi Asia
Di Asia, produsen cip Korea Selatan SK Hynix membatalkan rencana penawaran umum perdana (IPO) anak perusahaannya di Amerika Serikat, Solidigm, akibat volatilitas pasar keuangan dan koreksi saham semikonduktor. Saham SK Hynix sempat melemah lebih dari 3 persen sebelum akhirnya ditutup turun tipis.
Jepang mencatatkan inflasi inti September sebesar 2,1 persen secara tahunan, menjadi tingkat tertinggi tahun ini akibat melemahnya mata uang yen dan tingginya biaya energi. Ekonom Capital Economics, Abhijit Surya, menuturkan kepada CNBC bahwa percepatan inflasi barang secara keseluruhan tetap terjadi meskipun ada penurunan tajam pada harga beras sebesar 20,6 persen.
Sementara itu, India memperkirakan perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa dapat ditandatangani sebelum akhir 2026 dan beroperasi pada Maret 2027. Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyal menyatakan perjanjian ini merupakan yang tercepat bagi Uni Eropa tanpa adanya penolakan dari 27 negara anggotanya. Di Singapura, CEO Singapore Exchange (SGX) Loh Boon Chye mengisyaratkan akan mengundurkan diri sebelum masa kontraknya berakhir pada pertengahan 2027.
Indeks saham kawasan Asia-Pasifik ditutup bervariasi pada akhir pekan. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,3 persen, sedangkan Nikkei 225 Jepang turun 0,34 persen. Indeks CSI 300 Tiongkok menguat 1,71 persen pada Jumat, tetapi tetap mencatatkan penurunan mingguan selama 11 minggu berturut-turut.
Di pasar Amerika Serikat, pergerakan kontrak berjangka saham cenderung stabil setelah penurunan pada saham teknologi, di mana Dow Jones naik 38 poin atau 0,07 persen, sedangkan beberapa saham seperti Western Digital dan Bloom Energy melemah 5 persen pada perdagangan setelah jam kerja meskipun laporan kinerjanya melampaui estimasi pasar.
Sumber: US Top News and Analysis




