Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyatakan bahwa sektor kreatif digital, khususnya animasi, menyimpan potensi besar untuk dikembangkan. Sektor tersebut membuka peluang dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas serta mendongkrak daya saing industri nasional.
Potensi Penyerapan Tenaga Kerja
Saat meninjau Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar, Bali, pada Sabtu (24/10), seperti dilaporkan detikcom, Sarmuji menyampaikan bahwa sektor animasi memiliki karakteristik padat karya di balik basis teknologi tingginya. Proses produksi sektor ini memerlukan keterlibatan sumber daya manusia secara mendalam pada berbagai tahapan.
Sarmuji menjelaskan bahwa sektor animasi menyerap banyak tenaga kerja karena sentuhan kreativitas dan keterampilan manusia tetap dibutuhkan untuk mengerjakan detail-detail karya, meskipun teknologi digital dan kecerdasan artifisial berkembang pesat. Pemerintah berharap sektor industri dapat menyerap tenaga kerja secara maksimal, termasuk melalui industri digital ini.
Penguatan SDM kreatif digital ini sejalan dengan tren positif pada subsektor elektronika dan telematika. Pada triwulan II tahun 2026, kelompok industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik mencatatkan pertumbuhan 8,04 persen, melebihi pertumbuhan industri pengolahan nonmigas yang berada di angka 5,32 persen.
Penyerapan tenaga kerja sektor elektronika dan telematika menyentuh angka 122.872 orang pada Mei 2026, naik dari 114.639 orang pada Februari 2026. Realisasi investasi sektor tersebut juga meningkat dari Rp4,13 triliun pada 2022 menjadi Rp10,94 triliun pada 2025, serta mencapai Rp6,4 triliun sepanjang semester I tahun 2026.
Peran Strategis BDI Denpasar
Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kemenperin, Adie Rochmanto Pandiangan, menerangkan bahwa BDI Denpasar memegang peran penting dalam menyediakan tenaga kerja kompeten di bidang industri kreatif digital. Balai ini menyediakan pelatihan berbasis kompetensi, peningkatan keterampilan, sertifikasi, serta inkubasi bisnis.
Kepala BDI Denpasar Arga Mahendra menambahkan, pihaknya konsisten memperkuat pelatihan kompetensi, pengembangan kewirausahaan, dan pendampingan industri. Selama rentang waktu 2015 hingga Oktober 2026, BDI Denpasar telah melatih 16.113 peserta melalui berbagai program seperti animasi 2D, animasi 3D, pemrograman web, pemasaran digital, barista, hingga teknologi Industrial Internet of Things.
Sumber: Finance - Detikcom






