Ekonomi & Bisnis

Mentan Ungkap Anomali Harga Telur: Stok Melimpah Harga Naik

Mentan Ungkap Anomali Harga Telur: Stok Melimpah Harga Naik
Daftar Isi
  1. Anomali Harga Telur dan Temuan Rapat Inflasi
  2. Penurunan Harga di Peternak dan Upaya Penyerapan
  3. Lonjakan Harga di Konsumen dan Pelibatan Polri

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan bahwa harga telur saat ini mengalami anomali karena harganya justru naik di tingkat konsumen di tengah pasokan yang melimpah akibat peningkatan produksi.

Anomali Harga Telur dan Temuan Rapat Inflasi

Amran menjelaskan bahwa kejanggalan harga tersebut mulai terdeteksi ketika dirinya bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menggelar rapat evaluasi perkembangan inflasi setiap pekan. Berdasarkan temuan tersebut, ia langsung meminta Bareskrim Polri untuk memberikan perhatian khusus terhadap persoalan ini.

Hal tersebut disampaikannya dalam laporannya pada Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintah yang dipaparkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto pada pertengahan pekan lalu, seperti dilaporkan detikcom dari video paparan di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (25/10/2026).

“Kemarin ada inflasi sedikit. Kami diskusi dengan Pak Mendagri, Pak Tito setiap hari Senin ada rapat inflasi. Ada anomali, kami sudah diskusi dengan Pak Kapolri dengan Kabareskrim, itu ada anomali untuk ayam, telur,” ujar Amran.

Penurunan Harga di Peternak dan Upaya Penyerapan

Amran menuturkan bahwa harga telur di tingkat peternak justru merosot tajam hingga menyentuh angka Rp21.000 per kg akibat melimpahnya produksi.

Untuk menyerap surplus produksi tersebut, pihaknya telah meminta Badan Gizi Nasional (BGN) agar meningkatkan konsumsi telur untuk program Makan Bergizi Gratis, serta mengoordinasikan langkah ekspor bagi para peternak.

“Sekarang surplus, kita ekspor, Bapak Presiden. Tapi harga di tingkat peternak itu jatuh Rp 21.000. Kami sudah minta tolong ke Kepala BGN, Pak Sudaryono, sudah minta tolong untuk konsumsi telur biasanya satu kali per minggu jadi dua kali, tiga kali. Tapi ternyata produksi karena melimpah, Bapak Presiden, masih turun,” papar Amran.

Lonjakan Harga di Konsumen dan Pelibatan Polri

Kendati pasokan di tingkat hulu melimpah dan harga di peternak jatuh, harga telur di tingkat konsumen justru meroket hingga melampaui batas atas harga eceran tertinggi (HET) yang berada di kisaran Rp28.000 hingga Rp30.000 per kg.

“Tetapi harga di konsumen itu naik melebihi harga eceran tertinggi. Jadi ada anomali,” tegas Amran.

Dia menambahkan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat kepada Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto guna mendalami temuan tersebut. Amran optimistis kerja sama antara Kementerian Pertanian dan kepolisian dapat membongkar dugaan permainan harga telur, berkaca dari keberhasilan pengungkapan kasus harga beras sebelumnya.

“Kami sudah kirim surat ke Pak Kapolri agar semua yang bermain-main ditindak. Seperti kemarin, beras premium fortifikasi dijual Rp 56.000, tetapi kami periksa di lab IPB ternyata harusnya harga Rp 13.000, tapi dijual Rp 56.000 per kilo,” pungkas Amran.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *