Daftar Isi
Layanan perbankan di beberapa negara mengalami masalah teknis dan peretasan secara beruntun. Peristiwa tersebut mengganggu operasional anjungan tunai mandiri (ATM), transaksi perbankan digital, hingga memicu pengalihan dana tanpa izin pada lembaga keuangan setempat.
Kendala Komunikasi Lumpuhkan 128 Bank di Jepang
Dilansir dari CNBCTV18, gangguan sistem menimpa 128 bank kredit (shinkin bank) di wilayah Jepang bagian barat. Masalah ini menyebabkan para nasabah tidak bisa menarik uang tunai, menyetor dana, maupun bertransaksi secara digital.
Pengelola sistem inti bank-bank shinkin, Shinkin Central Bank, menjelaskan bahwa gangguan bermula pada Kamis (6/11/2025) sekitar pukul 13.30 waktu setempat. Dampak masalah teknis ini dirasakan seluruh bank shinkin di kawasan Tokai bagian barat, sehingga transaksi penarikan dan transfer via ATM, penarikan serta penyetoran di 3.430 kantor cabang, serta internet banking terpaksa dihentikan.
Hingga saat ini, waktu pemulihan operasional belum dapat dipastikan. Shinkin Central Bank menyebutkan kendala itu terpicu oleh kegagalan komunikasi peralatan di West Japan Centre yang memantau jaringan perbankan kawasan tersebut. Lembaga itu juga menegaskan belum menemukan indikasi akses tanpa izin dan tidak mengarahkan insiden tersebut pada dugaan serangan siber.
Peretasan Situs Web Perbankan di Malaysia
Sementara itu di Asia Tenggara, sistem perbankan daring dan transaksi finansial di Malaysia sempat menjadi sasaran serangan siber, termasuk peretasan pada situs web Bank Rakyat. Seperti dilaporkan Malaymail.com, Menteri Komunikasi sekaligus juru bicara pemerintah Madani, Datuk Seri Fahmi Fadzil, menyatakan peretasan yang terdeteksi tidak sampai mencuri data nasabah atau mengganggu operasional perbankan digital.
“Kami telah mengidentifikasi upaya serangan siber oleh aktor non-negara, termasuk peretasan. Namun, sejauh ini tidak ada pencurian data ataupun gangguan terhadap sistem perbankan daring,” ujar Fahmi pada Sabtu (7/11/2026).
Mengenai insiden di Bank Rakyat, Fahmi menerangkan peretas hanya mengubah tampilan laman yang dikelola oleh pihak ketiga. Pihak Bank Rakyat langsung menutup akses ke server terdampak dan mengarahkan pengguna ke platform i-Rakyat milik internal bank.
Bobolnya Dana Bank Regional di Prancis
Di kawasan Eropa, sebuah bank regional di Prancis menderita kerugian lebih dari €100 juta akibat peretasan, meski sebagian dana berhasil dipulihkan kembali. Mengutip laporan Arab News pada Jumat (6/11/2026), peretas membobol sistem Credit Mutuel Arkea dan memindahkan dana ke rekening lain dalam insiden yang terungkap pada Rabu lalu. Kendati demikian, dana milik nasabah dipastikan tetap aman.
Presiden Confederation Nationale du Credit Mutuel (CNCM), Daniel Baal, menyampaikan bahwa unit penindakan kejahatan siber Prancis sedang melakukan penyelidikan. “Kami menghadapi serangan siber setiap hari. Untungnya, sebagian besar, bahkan hampir seluruhnya, berhasil digagalkan,” kata Baal.
Selain sektor keuangan, peretas juga menyerang jaringan supermarket di sedikitnya sembilan negara Eropa pada pekan ini, yang memicu peringatan dari Uni Eropa terkait potensi gangguan rantai pasok pangan. Pihak Rusia membantah keterlibatannya dalam aksi peretasan di negara-negara Eropa tersebut.







