Daftar Isi
Kanada bersiap menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) bersama Uni Eropa di Montreal pada 29 hingga 30 Oktober. Pertemuan ini bertujuan memperkuat hubungan strategis dan ekonomi bilateral di tengah hubungan Kanada dengan Amerika Serikat yang mengalami penurunan tajam.
Fokus Kerja Sama dan Latar Belakang KTT
KTT ke-21 antara Kanada dan Uni Eropa ini dijadwalkan membahas peningkatan kerja sama di sektor perdagangan, teknologi, pertahanan, energi, mineral kritis, kecerdasan buatan, riset, dan layanan keuangan. Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkuat Perjanjian Ekonomi dan Dagang Komprehensif (CETA) yang mulai berlaku pada 2017 dan telah menghapuskan bea masuk hingga 99 persen untuk barang impor di antara kedua belah pihak.
Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menyatakan bahwa pihaknya akan meluncurkan “Aliansi untuk Masa Depan” guna memperdalam hubungan politik, ekonomi, dan kelembagaan ke tingkat yang lebih tinggi. Costa akan menghadiri KTT ini bersama Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dengan rencana merilis pernyataan bersama.
Penguatan hubungan ini didorong oleh kebijakan Presiden AS Donald Trump yang mengenakan tarif tinggi pada produk ekspor Kanada dan Eropa. Langkah tersebut mendesak Ottawa untuk mengurangi ketergantungan ekonominya pada AS, negara yang sebelumnya menerima hampir 80 persen dari total ekspor Kanada.
Pada Agustus lalu, pembicaraan dagang antara Ottawa dan Washington DC mengalami jalan buntu, sehingga Trump memberlakukan tarif 50 persen senilai 20 miliar dolar AS atau 5,5 persen dari total ekspor Kanada. Sebagai respons, Kanada memberlakukan tarif balasan terhadap produk baja, susu, peralatan rumah tangga, mesin pertanian, bubur kertas, kertas, serta elektronik asal AS.
Potensi Ekonomi dan Pertahanan
Kantor PM Carney menyampaikan dalam sebuah pernyataannya bahwa Uni Eropa memiliki kekuatan pasar, kedalaman riset, dan kekuatan manufaktur, sementara Kanada menawarkan pasokan energi yang melimpah, mineral kritis, kapabilitas kelas dunia di bidang antariksa, kecerdasan buatan, kuantum, serta salah satu sistem perbankan terkuat di dunia.
Vina Nadjibulla, salah satu pendiri sekaligus CEO Centre for Strategic Statecraft di Ottawa, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa sektor-sektor tersebut sangat bermanfaat bagi kedua pihak dan pengumuman spesifik kemungkinan akan disampaikan selama KTT. Menurutnya, tantangan utama terletak pada kecepatan mengubah momentum politik menjadi kesepakatan dan proyek nyata.
Di bidang pertahanan, Uni Eropa menetapkan Kanada sebagai satu-satunya negara non-Eropa yang berpartisipasi dalam Security Action for Europe (SAFE), yakni program pinjaman senilai 150 miliar euro atau 167 miliar dolar AS untuk mendukung pengadaan pertahanan negara anggota. Perjanjian tersebut disepakati pada Februari lalu dan memberikan perusahaan Kanada akses serta perlakuan preferensial.
Peluang Keanggotaan Asosiasi dan Tanggapan atas Isu Anti-AS
Bulan lalu, von der Leyen mengusulkan agar Kanada menjadi anggota asosiasi pertama Uni Eropa, sebuah gagasan yang mencakup kerja sama perdagangan, teknologi, pertahanan, dan keamanan ekonomi. PM Carney menyambut baik ambisi tersebut dengan menyebut tujuannya sebagai aliansi unik ketimbang keanggotaan konvensional Uni Eropa.
Meski demikian, Centre for European Policy Studies (CEPS) mencatat bahwa istilah “anggota asosiasi” belum ada dalam traktat Uni Eropa maupun kerangka kerja peluasan standarnya. Nadjibulla menilai penamaan istilah tersebut tidak penting, karena yang utama adalah pendalaman hubungan secara praktis dan hasil nyata.
Von der Leyen menegaskan dalam pidatonya di Parlemen Eropa di Strasbourg bahwa kemitraan ini bukan ditujukan untuk melawan pihak manapun, melainkan demi kekuatan bersama. Pidato tersebut dihadiri oleh Carney sebagai kepala pemerintahan asing pertama yang menghadiri agenda “State of the European Union”.
Nadjibulla berpandangan senada, menyatakan bahwa langkah ini merupakan upaya diversifikasi kemitraan ekonomi dan pertahanan serta pembangunan ketahanan bagi Kanada, bukan koalisi anti-AS. Sementara itu, Bob Rae selaku mantan perdana Ontario sekaligus duta besar Kanada untuk PBB dari 2020 hingga 2025 mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Trump tidak dapat mengendalikan kebijakan luar negeri Kanada yang telah menjalin hubungan lama dengan bangsa Eropa.
Di sisi lain, Presiden Trump mengancam Uni Eropa dengan tarif baru akibat usulan menjadikan Kanada sebagai anggota asosiasi, yang dinilai dapat dianggap sebagai tindakan bermusuhan terhadap AS. Trump menyebut gagasan bergabungnya Kanada ke Uni Eropa sebagai hal yang menggelikan dan melabeli negara tetangga utaranya tersebut sebagai mitra dagang yang buruk.






