Ekonomi

Jalan Lintas Utara Flores Sepanjang 472,48 Km Rampung 2028

Jalan Lintas Utara Flores Sepanjang 472,48 Km Rampung 2028
Daftar Isi
  1. Target Penuntasan dan Standar Jalan Nasional
  2. Pembagian Segmen dan Kondisi Lapangan
  3. Koordinasi Lintas Kementerian dan Dampak Ekonomi

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melakukan peninjauan langsung ke Jalan Lintas Utara Flores pada Jumat (23/10/2026). Kunjungan tersebut bertujuan memastikan percepatan penuntasan jalur yang menghubungkan Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat hingga Maumere di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Target Penuntasan dan Standar Jalan Nasional

Kementerian PU menargetkan jalan dengan panjang keseluruhan 472,48 kilometer itu selesai paling lambat akhir 2028. Proyek ini mengusung standar jalan nasional guna meningkatkan konektivitas serta keselamatan para pengguna jalan.

Langkah peninjauan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto ketika meninjau penanganan pascabencana gempa di Kabupaten Nagekeo, NTT, pada 26 Agustus 2026. Kala itu, kepala negara menyetujui usulan Gubernur NTT untuk merampungkan pembangunan jalan penghubung antarwilayah di Pulau Flores tersebut.

“Dari pagi sampai sore ini, saya ke Labuan Bajo, kemudian berkeliling dari Bajo sampai ke Maumere untuk menindaklanjuti arahan Bapak Presiden terkait penuntasan Jalan Lintas Utara Flores,” ujar Dody dalam keterangan tertulis pada Jumat (23/10/2026).

Pembagian Segmen dan Kondisi Lapangan

Berdasarkan catatan Kementerian PU, dari total panjang 472,48 km, sepanjang 385,07 km sudah beraspal dan 87,41 km sisanya belum beraspal. Bagian yang belum beraspal mencakup 33,12 km kawasan hutan, 43,51 km jalan tanah, serta 10,78 km jalan beragregat.

“Targetnya tetap agar 2028 selesai dan fungsional sesuai dengan standar jalan nasional kita lebar 6-7 meter,” terang Dody.

Pekerjaan penanganan jalur ini dibagi ke dalam tiga segmen. Segmen 1 mencakup Ruas Labuan Bajo-Pelabuhan Bari sepanjang 83,52 km yang terdiri atas 22,88 km jalan beraspal dan 60,64 km belum beraspal. Segmen 2 mencakup Ruas Pelabuhan Bari-Kedindi sepanjang 57,77 km yang terdiri atas 31 km jalan beraspal dan 26,77 km belum beraspal. Sementara itu, Segmen 3 mencakup ruas Wae Gongger-Maumere sepanjang 331,19 km yang sudah beraspal namun masih memerlukan pelebaran.

Dody menjelaskan, sebagian ruas beraspal yang ada saat ini masih memiliki lebar sekitar 4-6 meter tanpa dilengkapi bahu jalan yang diperkeras. Kondisi tersebut dinilai berisiko menurunkan faktor keselamatan, khususnya ketika kendaraan-kendaraan besar saling berpapasan di jalur yang sempit.

Koordinasi Lintas Kementerian dan Dampak Ekonomi

Kementerian PU merencanakan peningkatan jalan lewat perkerasan aspal selebar 7 meter beserta bahu jalan yang diperkeras. Untuk segmen yang memiliki batas geografis seperti diapit tebing, penyesuaian akan dilakukan di lapangan dengan tetap memprioritaskan keselamatan.

Program penanganan mencakup 60,64 km ruas belum beraspal pada segmen Labuan Bajo-Pelabuhan Bari. Sisa 26,77 km pada segmen Pelabuhan Bari-Kedindi akan disiapkan secara bertahap sampai 2028, termasuk pelebaran ruas yang sudah beraspal sepanjang 385,07 km.

Percepatan pembangunan ini memerlukan dukungan lintas kementerian, khususnya untuk menangani 33,12 km ruas yang berada di kawasan hutan. Kementerian PU akan berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan guna mempercepat izin penggunaan kawasan hutan tersebut.

Penyelesaian proyek Jalan Lintas Utara Flores ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas dari Manggarai Barat via Labuan Bajo hingga Maumere, serta tersambung dengan jalur eksisting menuju Larantuka. Peningkatan konektivitas ini diyakini mampu melancarkan mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, komoditas lokal, sekaligus mendukung akses menuju sentra ekonomi dan kawasan pariwisata Flores.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *