Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh menyalurkan sebanyak 16.000 liter air bersih bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Penyaluran ini merupakan bagian dari langkah cepat tanggap darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.
Prioritas Penanganan Darurat Bencana
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan bahwa ketersediaan air bersih merupakan prioritas utama dalam situasi darurat karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan aktivitas sehari-hari warga. Menurutnya, kementerian terus bergerak mendata, memeriksa, dan menangani infrastruktur yang terdampak.
“Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani. Kementerian PU terus bergerak melakukan pendataan, pemeriksaan, dan penanganan infrastruktur yang terdampak, termasuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat,” ujar Dody dalam keterangan tertulis pada Senin (2/11/2026).
Distribusi dan Pengerahan Personel
Penyaluran air bersih tersebut dilaksanakan dalam dua tahap berturut-turut pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang. Masing-masing tahap pengiriman memasok sebanyak 8.000 liter air bersih untuk meringankan beban warga.
Dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini, BPBPK Aceh mengerahkan sebanyak 6 personel serta menyiagakan 2 unit Mobil Tangki Air (MTA) guna memastikan kelancaran distribusi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Layanan penyediaan air bersih ini difokuskan untuk mendukung aktivitas rumah tangga, menjaga kebersihan diri, serta memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Upaya tersebut merupakan bagian dari penanganan sektor Cipta Karya dalam memulihkan layanan dasar air minum di lokasi bencana.
Kementerian PU berkomitmen untuk terus bersinergi dalam penanganan bencana guna mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat melalui penyediaan infrastruktur dasar yang layak, aman, dan berkelanjutan.
Sumber: News - Detikcom





