Internasional

Kakek 96 Tahun Nekat Jelajahi Tibet Sendirian Berkat AI

Kakek 96 Tahun Nekat Jelajahi Tibet Sendirian Berkat AI

Seorang pria berusia 96 tahun asal China bernama Tan nekat melakukan perjalanan seorang diri ke Tibet setelah sejumlah agen perjalanan menolak permintaannya karena faktor usia. Berbekal teknologi kecerdasan buatan, ia berhasil menyusun rencana perjalanan sejauh lebih dari 3.000 kilometer yang ditempuh selama 43 jam menggunakan kereta api.

Rencana Perjalanan dan Dukungan Teknologi AI

Berdasarkan laporan CNBC Indonesia yang bersumber dari The China Academy, Tan berangkat dari Provinsi Jiangsu dan tiba di Lhasa, ibu kota Daerah Otonom Tibet, pada 12 Oktober. Perjalanan tersebut sekaligus mewujudkan ambisinya mengunjungi seluruh wilayah administratif setingkat provinsi di China.

Kisah Tan viral di media sosial setelah seorang wisatawan bertemu dengannya di sebuah restoran di Lhasa dan mengunggah video perjalanannya. Sebelum berangkat, Tan sempat ingin mengikuti tur kelompok, namun sejumlah agen perjalanan menolaknya karena usia. Keluarga dan teman-temannya juga melarang karena khawatir ia mengalami penyakit ketinggian.

Tidak menyerah, Tan memilih bepergian secara mandiri dengan memanfaatkan AI untuk mempersiapkan perjalanannya. Laporan CCTV menyebutkan bahwa ia mulai tertarik menggunakan teknologi tersebut sejak tahun lalu setelah melihat putrinya mengoperasikan AI melalui ponsel. Sebelum berangkat, Tan sempat bertanya kepada AI apakah orang seusianya aman melakukan perjalanan ke Lhasa, meski tidak memperoleh jawaban pasti.

Pengalaman Selama di Tibet dan Perjalanan Pulang

Selama berada di Tibet, Tan mengunjungi berbagai objek wisata, menikmati pelayaran malam di Sungai Lhasa, mengenakan pakaian tradisional setempat, hingga berkeliling kota menggunakan bus. Ia mengaku sama sekali tidak mengalami gejala penyakit ketinggian selama berada di sana.

Perjalanan tersebut juga diwarnai bantuan dari orang-orang asing. Seorang perempuan muda di kereta bersedia bertukar tiket tempat tidur di gerbong bawah dengan tiket Tan di gerbong atas setelah mengetahui usianya. Selain itu, petugas stasiun di Lhasa menyediakan kursi roda dan mengantarnya ke lokasi penjemputan transportasi daring, sementara staf hotel rutin menawarkan bantuan selama ia menginap.

Tan akhirnya kembali ke Wuxi dengan selamat pada 21 Oktober. Kisahnya menuai pujian dari warganet yang menganggap semangatnya sebagai bukti bahwa usia bukan penghalang untuk mengejar impian, di tengah sebagian pengguna media sosial yang mengingatkan risiko perjalanan seorang diri ke Tibet dengan ketinggian rata-rata lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut.

Tibet menawarkan pengalaman wisata unik, namun perjalanan ke wilayah tersebut membutuhkan persiapan khusus seperti Izin Perjalanan Tibet dan izin tambahan untuk lokasi tertentu seperti Everest Base Camp. Wisatawan juga disarankan menjalani aklimatisasi selama beberapa hari di Lhasa dan berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mengantisipasi risiko penyakit ketinggian.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *