Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya penyaluran bantuan sosial serta pelaksanaan operasi pasar secara berkelanjutan untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Langkah tersebut diperlukan guna mengantisipasi peningkatan permintaan serta mobilitas masyarakat selama masa libur akhir tahun.
Antisipasi Tekanan Harga Pangan
Tito mengingatkan bahwa kenaikan permintaan menjelang Nataru berpotensi memberikan tekanan terhadap harga pangan. Tingginya kebutuhan makanan dan minuman dipicu oleh liburan akhir tahun serta mobilitas warga yang meningkat, seperti dilaporkan CNBC Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa penyaluran bansos tersebut penting untuk memperkuat daya beli masyarakat. Selain dari pemerintah pusat, ia menyebutkan bahwa bansos juga dapat disalurkan oleh pemerintah daerah karena mereka mempunyai kemampuan untuk memberikan bantuan sosial.
Dorongan Subsidi dan Tarif Wajar
Selain bansos, Tito meminta agar operasi pasar terus dilakukan oleh Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, dan pihak terkait lainnya dengan menyasar daerah yang membutuhkan intervensi berdasarkan data serta komoditas yang mengalami tekanan harga. Data mengenai kabupaten dan komoditas yang memerlukan operasi pasar tersebut sudah lengkap.
Ia juga mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan pemberian subsidi guna menahan tekanan inflasi pada Desember, yang meliputi subsidi listrik, penambahan pasokan bahan bakar minyak bersubsidi, serta subsidi angkutan udara karena mobilitas yang tinggi berpotensi berdampak pada biaya transportasi.
Secara khusus, Tito mendorong Kementerian Perhubungan agar berkoordinasi dengan maskapai penerbangan supaya tarif tetap wajar ketika permintaan perjalanan meningkat. Ia meminta agar maskapai tidak mematok harga tertinggi demi menghindari pengaruh buruk terhadap inflasi.





