Daftar Isi
Hong Kong memanfaatkan kemeriahan perayaan Halloween untuk menggenjot sektor pariwisata dan belanja konsumen melalui perpanjangan acara hingga tiga akhir pekan berturut-turut. Kawasan hiburan Lan Kwai Fong dipadati puluhan ribu pengunjung yang mengenakan berbagai macam kostum kreatif seperti hantu, zombi, hingga tokoh politik.
Suasana Meriah dan Pengunjung Antusias
Jalan-jalan sempit di kawasan Lan Kwai Fong dipenuhi oleh warga yang berburu foto dan menikmati suasana pesta dengan kostum warna-warni. Seperti dilaporkan CNBC Indonesia, seorang pengunjung bernama Huang Wei yang datang dari Shenzhen bersama sembilan temannya mengenakan kostum Raja Kera untuk menikmati suasana karnaval tersebut sebagai sarana melepas penat setelah bekerja.
Perayaan tahun ini menampilkan kombinasi antara karakter horor tradisional Barat dan sosok-sosok dari cerita rakyat China. Sejumlah pengunjung bahkan tampil mengenakan pakaian pelindung putih menyerupai petugas penegak aturan Covid-19 lengkap dengan alat tes usap dan termometer, yang menghidupkan kembali kenangan masa pembatasan pandemi.
Dorongan bagi Bisnis Lokal
Allan Zeman selaku Chairman Lan Kwai Fong Group yang memperkenalkan perayaan Halloween di kawasan tersebut lebih dari empat dekade lalu mengatakan bahwa acara ini memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal. Menurut Zeman, perayaan hari raya Barat yang kini dapat diterima di dunia Timur itu mampu mendorong penjualan makanan dan minuman naik sekitar 20 persen hingga 25 persen setiap tahun.
Selain parade kostum, berbagai dekorasi bertema seram turut menghiasi sejumlah lokasi strategis, termasuk instalasi bola mata raksasa di Statue Square Gardens, kawasan Central. Pemerintah bersama para pelaku bisnis berharap rangkaian acara yang lebih panjang ini dapat menarik lebih banyak wisatawan, khususnya dari wilayah China daratan, guna menggerakkan aktivitas di restoran, bar, dan toko ritel.
Peluang dari Pembatasan di China Daratan
Peluang bagi pariwisata Hong Kong semakin terbuka karena perayaan Halloween di China daratan menghadapi pembatasan ketat sejak tahun 2023 menyusul penahanan sejumlah orang di Shanghai yang mengenakan kostum bernuansa kritik sosial dan ekonomi. Kondisi tersebut menjadikan Hong Kong sebagai alternatif utama bagi wisatawan yang ingin merayakan Halloween secara lebih bebas.
Penyelenggara mencatat sekitar 80.000 orang memadati kawasan Lan Kwai Fong pada perayaan 31 Oktober 2025. Perluasan durasi acara hingga tiga akhir pekan pada tahun ini dirancang untuk memperkuat posisi Hong Kong sebagai destinasi hiburan regional serta memperbesar perolehan pendapatan bagi perekonomian lokal.
Zeman menyatakan bahwa perayaan tersebut mencerminkan identitas Hong Kong yang memadukan prinsip satu negara dan dua sistem, di mana peningkatan jumlah pengunjung serta transaksi belanja turut memberikan kontribusi nyata terhadap produk domestik bruto kawasan tersebut.


