Seorang hakim federal pada hari Minggu (waktu setempat) menolak gugatan luar biasa dari Departemen Kehakiman (DOJ) Amerika Serikat yang berupaya menunda sertifikasi pemilu Senat Alaska apabila petahana dari Partai Republik, Dan Sullivan, mengalami kekalahan. Hakim beralasan potensi kebingungan pemilih akibat keberadaan kandidat lain dengan nama yang sama di surat suara.
Keputusan Hakim dan Alasan Penolakan
Keputusan tersebut dikeluarkan oleh Hakim Sharon Gleason di Pengadilan Distrik AS di Anchorage, dua hari menjelang Hari Pemilihan dan dua hari setelah Jaksa Penuntut AS untuk Alaska mengumumkan investigasi kriminal dan perdata yang sedang berlangsung terhadap kandidat non-petahana Dan J. Sullivan yang ikut mencalonkan diri sebagai senator.
Dalam putusan setebal 20 halaman, Hakim Gleason tidak membahas apakah kandidat Sullivan lain direkrut untuk membingungkan pemilih. Sebaliknya, ia menyatakan bahwa pemerintah federal gagal membuktikan kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan pengaduan perdata guna menunda sertifikasi pemilu jika Senator Sullivan kalah.
Gleason menyatakan bahwa ketiadaan penjelasan dari Amerika Serikat mengenai bagaimana keringanan yang diminta dapat memperbaiki dugaan kerugian sekaligus menjaga kerahasiaan suara pemilih merupakan hal yang patut dipertanyakan. Ia juga mencatat bahwa pemungutan suara awal di negara bagian tersebut sudah berlangsung, dan surat suara yang telah masuk telah bercampur sehingga menyulitkan pejabat untuk menghubungkan surat suara individu dengan pemilihnya.
Selain itu, hakim mengutip keputusan Mahkamah Agung yang menetapkan prinsip *Purcell*, yang sangat mewanti-wanti pengadilan agar tidak mengubah aturan pemilu menjelang hari pemungutan suara. Hakim menyatakan bahwa permintaan DOJ untuk mencegah negara bagian mensertifikasi pemilu, menyegarkan dan mengamankan surat suara tertentu, serta melakukan investigasi berkaitan langsung dengan waktu, tempat, dan cara pelaksanaan pemilu di Alaska yang merupakan tanggung jawab negara bagian, bukan cabang eksekutif pemerintah federal.
Hakim Gleason menegaskan bahwa amandemen lebih lanjut tidak akan berguna karena pengadilan tidak memiliki kewenangan untuk memerintahkan pemisahan surat suara pemilih Alaska demi kepentingan investigasi penegakan hukum federal. Menanggapi putusan ini, Departemen Kehakiman dengan cepat mengajukan pemberitahuan niat untuk mengajukan banding ke Pengadilan Banding Sirkuit ke-9 AS.
Persaingan Ketat dan Polemik Kandidat
Pemilu Senat Alaska mempertemukan kandidat dari Partai Demokrat Mary Peltola dengan Senator petahana Dan Sullivan dalam kontes ketat yang penentuannya menggunakan sistem pilihan peringkat (*ranked-choice system*). Hasil dari pemilihan ini menjadi salah satu penentu partai mana yang akan menguasai mayoritas di Senat, tempat Partai Republik saat ini memegang keunggulan tipis.
Dua kandidat lainnya, yakni Daniel J. Sullivan dan kandidat keempat Gerald Heikes, tidak dianggap sebagai penantang utama, namun pemilih yang menempatkan mereka sebagai pilihan pertama dapat mengubah hasil akhir apabila menempatkan Peltola atau Senator Sullivan di peringkat kedua.
Kampanye Peltola dituduh mendorong pensiunan guru sekolah Dan Sullivan untuk maju bersaing melawan petahana Dan S. Sullivan dan Peltola, tuduhan yang dibantah keras oleh tim kampanye Peltola. Juru bicara kampanye Peltola menyatakan bahwa tidak ada investigasi palsu atau gugatan tidak berdasar dari Departemen Kehakiman yang dipersenjatai akan menghentikan warga Alaska memilih Peltola.
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa dirinya memerintahkan gugatan yang diajukan pada 22 Oktober tersebut. Usai putusan hakim, Trump menyatakan dalam komentarnya bahwa keberadaan dua nama Dan Sullivan merupakan kecurangan pemilih tingkat tinggi dan berpendapat bahwa Mary Peltola harus dikeluarkan dari surat suara serta diadili.
Direktur Eksekutif Komite Kampanye Senatorial Demokrat (DSCC), Devan Barber, menilai putusan tersebut sebagai kemenangan bagi demokrasi dan pesan jelas kepada Donald Trump serta Partai Republik bahwa tidak ada seorang pun yang dapat membatalkan pemilu yang bebas dan adil hanya karena tidak menyukai hasilnya. Sementara itu, Senator Sullivan dalam wawancara di CNN sebelum putusan dikeluarkan menyatakan akan menerima hasil pemilu jika ia kalah, namun ia tetap mengecam keras kampanye Peltola dan DSCC.
Pejabat pemilu Alaska sebelumnya telah menunjukkan langkah-langkah yang diambil untuk menghindari kebingungan pemilih di surat suara, di mana Senator Sullivan dicantumkan sebagai “Dan S. Sullivan” dengan keterangan “petahana” dan “Partai Republik terdaftar”, sementara kandidat Sullivan lainnya dicantumkan sebagai “Daniel J. Sullivan” tanpa keterangan tambahan.
Sumber: US Top News and Analysis






