PT Fore Kopi Indonesia Tbk melaporkan insiden kebocoran data pelanggan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Berdasarkan investigasi awal seperti dilaporkan CNBC Indonesia, insiden ini berdampak terhadap sekitar 5,7 juta akun pelanggan.
Investigasi dan Penanganan Insiden
Temuan tersebut berasal dari investigasi internal perusahaan yang mendeteksi aktivitas tidak wajar pada salah satu platform pengelolaan data. Manajemen Fore mengambil tindakan untuk menghentikan akses ilegal dan mengamankan sistem dalam waktu 24 jam sejak aktivitas itu teridentifikasi.
Perusahaan juga menunjuk konsultan keamanan siber profesional untuk melakukan investigasi forensik secara independen dan menyeluruh pada aplikasi Fore, platform terkait, serta sistem teknologi informasi lain yang relevan. Hingga kini, proses investigasi masih berjalan.
“Fokus kami saat ini adalah mendukung pelanggan yang terdampak, menyelesaikan investigasi secara menyeluruh, dan memastikan bahwa pembelajaran dari kejadian ini diterjemahkan menjadi penguatan nyata terhadap sistem dan tata kelola keamanan kami,” kata Chief Executive Officer (CEO) PT Fore Kopi Indonesia Tbk. Vico Lomar, Minggu (1/11/2026).
Vico menyampaikan permohonan maaf kepada konsumen yang terdampak atas kekhawatiran yang ditimbulkan oleh kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa melindungi data pelanggan merupakan tanggung jawab perusahaan.
Jenis Data yang Terdampak dan Langkah Pengamanan
Informasi yang berpotensi diakses pihak tidak berwenang berbeda-beda pada setiap pelanggan, meliputi nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat pada aplikasi, hashed PIN, hingga riwayat pembelian. Kendati demikian, manajemen menegaskan aplikasi Fore tidak pernah meminta atau menyimpan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan foto KTP.
“Selain itu, kami tidak pernah menyimpan informasi pembayaran, termasuk detail kartu kredit atau debit yang disimpan pada platform terpisah, sehingga tidak ada dampak terhadap data tersebut,” tutur Vico.
Sebagai tindak lanjut, perusahaan telah melakukan pengujian keamanan, memperbaiki kerentanan, memperbarui platform ke versi terbaru, dan menambahkan sejumlah lapisan pengamanan. Fore juga telah menghubungi pelanggan terdampak secara langsung untuk segera mengganti PIN akun atau membuat PIN baru, serta mengganti PIN pada akun lain jika memakai kombinasi yang sama.
Aplikasi Fore kini menerapkan autentikasi dua faktor (2FA) saat pelanggan masuk memakai perangkat baru guna memperkuat perlindungan akun. Manajemen menyatakan belum menemukan indikasi penyalahgunaan terhadap informasi pelanggan yang diakses pihak tidak berwenang, serta meminta konsumen tetap waspada terhadap pesan atau panggilan mencurigakan yang mengatasnamakan Fore dengan tidak memberikan PIN maupun kode OTP kepada siapa pun.







