Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir mengajak generasi muda untuk membangun kultur patriotik, gigih, dan berempati demi menghadapi berbagai tantangan zaman.
Pesan Mentalitas Pejuang untuk Pemuda
Ajakan tersebut disampaikan oleh Erick Thohir ketika berdialog bersama peserta Wirasena Youth Camp 2026 yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (26/10), seperti dilaporkan CNN Indonesia. Pada kesempatan yang sama, Erick berpesan agar para pemuda tidak gampang bersikap pesimistis terhadap masa depan bangsa hanya lantaran ada keterbatasan atau rintangan sesaat.
Menurut Erick, generasi muda perlu meneladani mentalitas pejuang yang tangguh sebagaimana yang diperlihatkan oleh para atlet nasional dalam pelbagai ajang internasional. “Kultur kita jangan sampai menjadi kultur yang siesta atau relaks, yang membuat kita menjadi terlalu easy-going,” ujar Erick di hadapan para peserta.
Pentingnya Kerja Keras dan Kolaborasi
Erick memberikan contoh perjalanan perjuangan tim nasional sepak bola serta kontingen olahraga Indonesia di kancah dunia yang sering kali tidak diunggulkan di atas kertas. Kendati demikian, mereka mampu menunjukkan hasil gemilang berkat kerja keras, kedisiplinan, serta mental pantang menyerah sampai detik akhir pertandingan.
Nilai-nilai ketangguhan serta pengorbanan itu wajib mendarah daging dalam diri tiap pemuda Indonesia karena tantangan ketenagakerjaan dan dinamika global di masa mendatang menuntut daya saing tinggi. Lebih lanjut, Erick menyatakan bahwa kolaborasi, keterbukaan, serta kemauan untuk belajar dari kegagalan merupakan kunci utama kesuksesan seorang pemimpin masa depan.
“Tidak ada orang sukses yang kerja sendiri, dan tidak ada orang sukses yang tanpa pernah gagal. Yang paling penting adalah bagaimana kita belajar dari kegagalan itu,” pungkas Erick.






