Ekonomi & Bisnis

Dampak Pencabutan Saham HSC dari IHSG dan Simulasinya

Dampak Pencabutan Saham HSC dari IHSG dan Simulasinya
Daftar Isi
  1. Perhitungan Ulang Bobot Saham
  2. Pengaruh Pergerakan Harga terhadap Poin IHSG
  3. Mekanisme Penyesuaian Level IHSG

Pencabutan saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat mengubah bobot saham tanpa langsung mengubah level indeks. Berdasarkan simulasi CNBC Indonesia Research dengan acuan IHSG 5.287,89, IHSG dapat bertahan pada level yang sama saat pergantian komposisi apabila harga seluruh saham tetap dan pembagi indeks disesuaikan.

Perhitungan Ulang Bobot Saham

Saham HSC yang meliputi PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT DCI Indonesia Tbk (DCII), dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dikeluarkan dari keranjang perhitungan. Total bobot tampil kelompok tersebut dalam snapshot mencapai 17,51 persen, sehingga menyisakan 82,49 persen bobot awal yang harus disusun kembali menjadi 100 persen.

Langkah awal penyusunan dilakukan dengan membagi bobot setiap saham yang tersisa dengan 82,49 persen dan mengalikannya dengan 100 persen. Sebagai contoh, bobot PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang semula 8,97 persen berubah menjadi 10,87 persen, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) meningkat dari 7,78 persen menjadi sekitar 9,43 persen.

Karena kedua hasil tersebut melampaui batas maksimal 9 persen yang diterapkan dalam simulasi, bobot BBCA dan BBRI masing-masing dibatasi menjadi 9 persen. Sisa 82 persen kemudian dibagikan secara proporsional kepada kelompok lainnya dengan faktor pengali 1,247338, sehingga menghasilkan bobot baru PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar 6,95 persen dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi 4,48 persen.

Pengaruh Pergerakan Harga terhadap Poin IHSG

Besarnya pengaruh masing-masing saham dihitung menggunakan rumus level IHSG dikali bobot saham dikali perubahan harga. Pergerakan harga 1 persen pada BBCA dengan bobot 9 persen memberikan pengaruh sekitar 4,76 poin terhadap indeks. Sementara itu, sensitivitas BBRI meningkat setelah bobotnya naik dari 7,78 persen menjadi 9 persen, sehingga pergerakan harga 1 persen memberikan pengaruh yang sama sebesar 4,76 poin.

Sebaliknya, saham HSC yang sudah dikeluarkan memiliki bobot nol dalam keranjang baru, sehingga naik turunnya harga BREN, DSSA, DCII, maupun BYAN tidak lagi memberikan kontribusi langsung terhadap IHSG model. Gabungan bobot sepuluh saham terbesar dalam simulasi meningkat dari 39,83 persen menjadi sekitar 46,79 persen, sedangkan empat bank besar mencatatkan porsi gabungan sekitar 27,45 persen.

Mekanisme Penyesuaian Level IHSG

IHSG dihitung dari hasil pembagian kapitalisasi efektif saham dengan suatu pembagi atau divisor. Ketika saham dikeluarkan dari keranjang, nilai yang diperhitungkan berkurang, namun hasil pembagian tetap terjaga apabila pembaginya ikut diperkecil dengan perbandingan yang setara.

Prinsip penyesuaian tersebut menjaga kesinambungan pasar sehingga pergantian keranjang dapat berlangsung tanpa penurunan indeks akibat pencoretan semata. Kendati demikian, pembesaran bobot saham non-HSC tidak menjamin kenaikan harga saham ataupun aliran dana baru, karena arah IHSG selanjutnya tetap bergantung pada pergerakan harga saham konstituen yang tersisa.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *