Internasional

Belasan Anak di Nigeria Diculik Geng Bersenjata

Belasan Anak di Nigeria Diculik Geng Bersenjata

Kelompok bersenjata menculik sekitar belasan anak di wilayah tengah Nigeria dalam peristiwa penculikan massal terbaru di negara bagian Niger.

Penculikan Saat Pulang dari Ladang

Seperti dilaporkan detikcom, para pelaku yang menaiki sepeda motor membawa paksa anak-anak tersebut pada Sabtu (31/10) dekat kota Maigujeri, distrik Rafi. Ketika insiden terjadi, para korban sedang berjalan pulang dari ladang usai membantu guru sekolah Al-Qur’an mereka memanen jagung.

Berdasarkan laporan keamanan yang diakses oleh AFP, jumlah anak yang diculik mencapai 18 orang. Di sisi lain, seorang warga setempat yang bernama Mohammed Abdullahi menyebutkan angka yang mendekati 12 orang.

Aksi ini menambah daftar panjang gelombang serangan kekerasan, penculikan, serta pencurian ternak yang belakangan semakin sering digencarkan oleh kelompok kriminal bersenjata berat atau yang dikenal secara lokal sebagai “bandit” di negara bagian Niger.

Abdullahi menuturkan bahwa para korban dibawa paksa ketika dalam perjalanan pulang dari ladang kepunyaan guru mereka. Ia juga menyampaikan bahwa seorang anak sempat terkena tembakan dan kini sedang mendapatkan penanganan medis di rumah sakit wilayah Minna, ibu kota negara bagian tersebut.

Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang diajukan oleh AFP.

Rentetan Kasus Penculikan Massal

Insiden ini terjadi menyusul serangkaian penculikan massal serupa di negara bagian yang sama oleh sindikat kriminal, di mana sebagian di antaranya teridentifikasi memiliki keterkaitan dengan jaringan jihadis di kawasan barat laut serta tengah Nigeria.

Sebelumnya, sedikitnya 47 petani yang mayoritas merupakan perempuan diculik pada bulan September saat tengah memanen kacang tanah. Pada bulan Agustus, sekitar 50 anak juga sempat diculik dari sebuah ladang sebelum akhirnya dibebaskan usai pembayaran tebusan.

Kasus besar lainnya terjadi pada bulan November tahun lalu, di mana lebih dari 250 anak dari sekolah asrama Katolik di kawasan Papiri, negara bagian Niger, diculik dan baru dibebaskan sebulan berselang setelah penyerahan uang tebusan dalam jumlah besar.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *