Raksasa investasi Apollo Global Management tengah merampungkan kesepakatan untuk membeli hampir 10 persen saham di Mubadala Capital. Mubadala Capital merupakan anak perusahaan manajer aset alternatif milik dana kekayaan negara Abu Dhabi, Mubadala Investment Co.
Strategi Ekspansi di Abu Dhabi
Kesepakatan tersebut diperkirakan akan segera diumumkan pada Senin pagi waktu setempat, menurut narasumber yang mengetahui masalah ini namun meminta anonimitas. Sementara itu, rincian ketentuan keuangan dari transaksi ini belum langsung diketahui.
Langkah korporasi ini dinilai signifikan karena berbagai alasan. Transaksi tersebut semakin memperkuat ambisi Apollo di Abu Dhabi yang sering dijuluki sebagai pusat modal. Perusahaan ini telah menghabiskan waktu selama 15 tahun terakhir untuk membangun hubungan strategis utama di wilayah tersebut, baik dengan lembaga investasi negara maupun jajaran pimpinan utamanya.
Kemitraan Jangka Panjang
Apollo sendiri telah memiliki kemitraan bernilai miliaran dolar dengan Mubadala Investment Co. yang pertama kali dijalin pada tahun 2022 dan diperpanjang dua tahun lalu. Ketika perpanjangan itu dilakukan, Apollo menyatakan bahwa perjanjian tersebut bakal memperkuat platform Solusi Modal perusahaan dengan memungkinkan kedua belah pihak untuk bersama-sama mencari dan menyediakan pembiayaan utang serta ekuitas yang disesuaikan bagi berbagai perusahaan di seluruh dunia.
Pada tahun 2023, kedua lembaga keuangan tersebut membentuk usaha patungan senilai 2,5 miliar dolar AS. Usaha patungan itu dirancang secara khusus untuk melakukan investasi bersama dalam peluang kredit swasta global selama jangka waktu lima tahun.
Bagi Mubadala Capital, yang dikenal sebagai pengelola aset skala besar tunggal di kawasan tersebut dan mengelola aset lebih dari 755 miliar dolar AS, transaksi ini semakin mendorong strategi pertumbuhan di bawah kepemimpinan CEO Hani Barhoush. Kerja sama ini juga memperkuat relevansi perusahaan di panggung investasi global sekaligus menandai titik balik penting bagi bisnis alternatif inti perusahaan yang kini telah berkembang hingga melampaui 60 miliar dolar AS.
Sumber: US Top News and Analysis





