News

Andre Rosiade Fasilitasi Pengobatan Putri yang 10 Tahun Koma

Andre Rosiade Fasilitasi Pengobatan Putri yang 10 Tahun Koma

Gustina Putri Ningsih (26) akhirnya dibawa ke RSUP Dr M Djamil Padang untuk mendapatkan penanganan medis lebih intensif setelah terbaring tidak sadarkan diri selama sekitar 10 tahun. Langkah penjemputan ini dilakukan oleh tim gabungan RSUP Dr M Djamil Padang dan RSUD dr Rasidin Padang di kediamannya di Kota Padang atas perhatian khusus dari Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade.

Penanganan Intensif dan Asesmen Medis

Direktur Layanan Operasional RSUP Dr M Djamil Padang, drg. Ade Palupi Muchtar menyatakan pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti arahan pimpinan serta koordinasi bersama RSUD dr Rasidin Padang. Tim dokter dari kedua rumah sakit telah melakukan asesmen sebelum membawa pasien menggunakan ambulans RSUD dr Rasidin untuk mendapatkan perawatan intensif.

Ade menjelaskan pihaknya belum bisa menarik kesimpulan terkait penyebab kondisi Putri, kemungkinan kesembuhan, maupun dugaan malpraktik sebelum dilakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh. Fokus utama saat ini adalah mencari solusi terbaik melalui kolaborasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sumatera Barat.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Rasidin Padang, dr. Lismawati mengungkapkan pihaknya telah merawat Putri selama bertahun-tahun, mulai dari kunjungan harian hingga rutin setiap hari Selasa untuk memeriksa kondisi, memberikan susu, mengganti popok, serta memenuhi kebutuhan perawatan lainnya. Lismawati menyebut keterbatasan ekonomi keluarga sempat menjadi kendala sehingga keluarga belum bersedia membawa pasien ke RSUP M Djamil pada masa lalu.

Andre Rosiade mengapresiasi Direktur Utama RSUP M Djamil Padang, dr. Dovy Djanas, yang telah merespons aspirasi dan membantu memfasilitasi penanganan tersebut. Andre berharap Putri segera mendapatkan penanganan terbaik dan kondisinya dapat membaik.

Awal Mula Kondisi Kritis dan Perjuangan Keluarga

Kisah ini bermula pada 2016 ketika Kartina (53), ibunda Putri, mendatangi puskesmas karena anak bungsunya mengalami demam, sementara Putri mengeluhkan sakit pada perut sebelah kanan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Putri didiagnosis mengalami usus buntu kronis dan dirujuk ke RSUD dr Rasidin Padang untuk menjalani operasi.

Kartina menceritakan bahwa setelah menjalani operasi, anaknya mengalami kejang-kejang sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP M Djamil Padang. Saat berada di RSUP M Djamil, ia mengaku mendapat penjelasan dari dokter bahwa kondisi tidak sadarkan diri tersebut diduga berkaitan dengan kelebihan dosis obat bius, serta diminta menyetujui pemasangan alat kolostomi.

Selama bertahun-tahun merawat Putri di rumah dengan pendampingan tim medis, Kartina mengaku telah melaporkan persoalan ini kepada Dinas Sosial dan Polda Sumatera Barat namun belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Di sisi lain, ia mengakui pihak RSUD dr Rasidin memberikan perhatian, termasuk bantuan rumah dari zakat, pemenuhan kebutuhan perawatan, serta pasokan susu.

Kartina menjelaskan aktivitas makan Putri dilakukan melalui selang atau sonde sebanyak empat kali sehari. Meskipun sudah bertahun-tahun koma, ia menyebut anaknya masih menunjukkan respons melalui gerakan mata, dan ia berharap Putri bisa kembali mengenali keluarga serta berbicara.

Di tengah keterbatasan ekonomi dan suami yang bekerja sebagai nelayan bergantung cuaca, Kartina menyampaikan rasa terima kasih kepada Andre Rosiade atas bantuan yang diberikan. Keluarga kini berharap perawatan lanjutan di RSUP M Djamil Padang membawa perkembangan positif setelah perjuangan panjang selama satu dekade.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *