Tunggal putra Indonesia Alwi Farhan bersama pasangan ganda campuran Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah sukses mengamankan tiket perempat final ajang French Open 2026 pada Kamis (22/10).
Alwi Singkirkan Wakil Hong Kong
Alwi memastikan tempat di babak perempat final turnamen BWF Super 750 tersebut usai menaklukkan wakil Hong Kong, Ng Ka Long Angus. Bertanding di Grand Paris Arena, Paris, Alwi menang dua gim langsung dengan skor 21-18 dan 21-17 dalam laga babak 16 besar.
Kemenangan Meyakinkan Amri/Nita
Di nomor ganda campuran, Amri/Nita merebut tiket delapan besar setelah menumbangkan unggulan ketujuh asal Taiwan, Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan, melalui dua gim langsung 21-14 dan 21-12.
Amri menyampaikan rasa syukurnya karena dapat menyelesaikan pertandingan dengan baik dan meraih kemenangan. Ia menjelaskan bahwa persiapan menghadapi laga ini sudah dirancang berdasarkan evaluasi pertemuan sebelumnya.
Menurut Amri, pola permainan yang diterapkan pada ajang World Championships lalu kembali membuahkan hasil positif di pertandingan ini. Ia menyatakan dirinya harus cepat beradaptasi untuk membaca permainan lawan yang memegang kendali tempo.
Pebulu tangkis berusia 27 tahun itu menyebutkan bahwa ritme permainannya kini sudah mulai kembali seperti saat berlaga di Asian Games 2026 atau World Championships.
“Di lapangan, vibes dan aura seperti di Asian Games atau World Championships sudah muncul lagi. Kami merasa lebih baik secara permainan dan komunikasinya,” ujar Amri seperti dilaporkan Antara.
Sementara itu, Nita mengungkapkan kepuasannya terhadap performa mereka, meski tetap mencatat sejumlah aspek yang perlu dievaluasi, khususnya mengenai konsistensi menjalankan strategi.
“Secara keseluruhan hari ini cukup baik tapi kami masih harus terus konsisten di kondisi yang lawan saat sudah mengendurkan, sudah pasrah, kami tidak boleh lengah. Harus tetap mengingatkan untuk terus menekan,” ucap Nita.
Pada babak selanjutnya yang digelar Jumat (23/10), Amri/Nita dijadwalkan berhadapan dengan pasangan ganda campuran asal China, Feng Yanzhe dan Huang Dongping.





