Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengecam keras kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyasar sejumlah pejabat negara dan tokoh masyarakat, termasuk Presiden Prabowo Subianto. Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk penyalahgunaan kewenangan yang membahayakan keamanan negara serta hak privasi.
Tuntutan Pengusutan Tuntas
Melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu (4/11/2026), AHY menyatakan bahwa penyadapan di luar prosedur hukum yang sah merupakan ancaman serius bagi kehidupan demokrasi di Indonesia. Berdasarkan keterangan Polri, sasaran penyadapan ini meliputi Presiden, pejabat negara, tokoh politik, media, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, serta pengusaha.
Pihaknya mendesak aparat penegak hukum agar membongkar kasus ini secara transparan, mulai dari pihak yang menjadi sasaran, dalang di balik perintah tersebut, motif, hingga pihak yang memanfaatkan hasil sadapan. AHY mendukung penuh langkah Presiden Prabowo bersama Polri untuk menuntaskan perkara ini berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.
Terkait pernyataan Menteri Sekretaris Negara mengenai indikasi dugaan makar, AHY menyatakan dukungannya agar aparat menyelidiki seluruh kemungkinan tersebut secara cermat dan objektif tanpa pandang bulu. Ia juga mengingatkan bahwa apabila komunikasi kepala negara saja dapat disadap, masyarakat tentu akan mempertanyakan tingkat perlindungan privasi mereka.
Tanggapan Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut memberikan tanggapan di tengah dinamika situasi politik yang terjadi. Kepolisian Negara Republik Indonesia sebelumnya telah menetapkan serta menahan tiga tersangka atas kasus dugaan penyadapan ilegal, penghapusan data elektronik, dan akses ilegal, di mana salah satu tersangka merupakan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Melalui akun X pribadinya pada Rabu (4/11/2026), seperti dilaporkan CNBC Indonesia, SBY menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi politik saat ini yang dinilainya liar dan menghalalkan segala cara demi meraih kekuasaan tanpa mempedulikan aspek moralitas.
SBY merasa khawatir situasi ini akan menimbulkan rasa takut serta ketidaktentraman di tengah masyarakat. Sebagai warga negara, ia memohon kepada Presiden Prabowo Subianto agar mengembalikan politik yang berkeadaban sebagai sebuah panggilan sejarah dan amanah rakyat.







