Perseteruan antara seorang warga dan penjual Bakso Bintang 2 di Semarang, Jawa Tengah, sempat viral di media sosial setelah sang pedagang membuang limbah kuah kaldu sembarangan. Peristiwa yang menyita perhatian warganet ini akhirnya diselesaikan melalui jalur mediasi dan berujung perdamaian.
Keluhan Limbah dan Sikap Pedagang
Pemilik akun Threads @rabbithappyyy menceritakan kisahnya mengenai penjual bakso yang membuang limbah kuah kaldu di saluran air depan rumahnya. Tumpukan limbah yang berlangsung selama dua tahun itu memunculkan bau busuk yang sangat menyengat. Warga tersebut mengaku sudah jenuh dengan respons penjual bakso yang menunjukkan sikap arogan saat ditegur secara langsung.
Pengguna akun tersebut merinci beberapa masalah utama yang ditimbulkan dari pembuangan limbah tersebut. Limbah dibuang ke saluran air yang sejak awal dilarang oleh pihak RT untuk ditutup. Bau tidak sedap dari lemak dan sisa kuah bakso masuk hingga ke halaman dan kamar tidur rumah warga. Selain itu, minyak yang dibuang ke saluran air umum berisiko menyebabkan penyumbatan dan memicu banjir.
Dampak Medsos dan Hasil Mediasi
Warung Bakso Bintang 2 yang berlokasi di Semarang ini tergolong terkenal dengan perolehan rating sekitar 4,8. Kendati demikian, rating tersebut mengalami penurunan drastis setelah insiden ini karena banyak warganet memberikan ulasan bintang satu.
Dalam unggahan terbarunya, pemilik akun @rabbithappyyy menyampaikan bahwa permasalahan tersebut telah selesai dan mengucapkan terima kasih atas perhatian warganet. Seperti dilaporkan detikcom, Polsek Banyumanik turun tangan memfasilitasi pertemuan damai antara warga dan pihak penjual bakso.
Mediasi tersebut dipimpin oleh Kapolsek Banyumanik Kompol Hengky Prasetyo dan dihadiri perwakilan Kelurahan Srondol Wetan, Babinsa, LPMK, Ketua RW, Ketua RT, pemilik warung, serta warga yang terdampak langsung.
Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan bahwa pemilik warung bakso wajib membangun saluran sanitasi pembuangan limbah di atas lahan pribadi serta menggunakan cairan khusus untuk menghilangkan bau tidak sedap. Di sisi lain, warga terdampak meminta agar pengelolaan limbah ke depannya lebih diperhatikan serta penataan parkir kendaraan dibuat lebih tertib supaya tidak mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.
Sumber: Food - Detikcom






