Kozo Tashima yang menjabat sebagai presiden kehormatan Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) mengumumkan pada Kamis bahwa dirinya akan maju untuk menantang Gianni Infantino dalam pemilihan presiden FIFA pada bulan Maret.
Tantangan bagi Petahana
Tashima menjadi figur kedua yang menyatakan kesiapannya untuk menantang Infantino, menyusul langkah mantan pemain bertahan Tottenham, Ramon Vega. Pria berusia 68 tahun yang pernah duduk di Dewan FIFA tersebut menyampaikan pencalonannya melalui sebuah pernyataan resmi.
Tashima menyatakan dalam keterangannya bahwa dirinya memutuskan mendeklarasikan diri sebagai kandidat presiden FIFA berkat dukungan penuh dari JFA. Ia menilai penting agar nilai kejujuran, integritas, dan standar etika tinggi yang dijunjung sepak bola Jepang dapat dikomunikasikan kepada komunitas sepak bola global.
Ia menambahkan bahwa dirinya bertekad membagikan prinsip-prinsip tersebut kepada dunia demi masa depan sepak bola yang lebih baik. Mengandalkan pengalaman yang dikumpulkan selama bertahun-tahun, Tashima menegaskan siap menghadapi tantangan ini dengan tekad bulat untuk memajukan sepak bola dunia.
Posisi Pemilihan dan Dukungan untuk Infantino
Batas waktu bagi para kandidat untuk mendaftarkan diri dalam pemilihan presiden FIFA ini ditetapkan pada 18 November. Sementara itu, petahana Gianni Infantino berencana mencalonkan diri kembali untuk masa jabatan keempat sekaligus yang terakhir sebagai pemimpin tertinggi badan sepak bola dunia tersebut.
Infantino sebelumnya sempat menghadapi kritik tajam dan desakan mundur menyusul rencana penjualan Piala Dunia yang akhirnya dibatalkan. Kendati demikian, posisi Infantino kini dinilai sangat kuat untuk mengamankan kembali kursi kepemimpinannya setelah Konfederasi Sepak Bola Asia memberikan dukungan kepada pria berusia 56 tahun tersebut pada bulan lalu.
Sebelumnya, Infantino menyatakan bahwa dirinya telah mengantongi dukungan dari sebagian besar asosiasi anggota serta menolak berbagai seruan agar dirinya mundur dari jabatannya.




