PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 9,78 triliun hingga akhir September 2026. Hasil tersebut memperlihatkan kenaikan sebesar 57,9 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp 6,20 triliun.
Rincian Segmen dan Pemberi Kerja
Sektor industri penunjang konstruksi menjadi kontributor terbesar dalam raihan kontrak baru perseroan dengan pangsa mencapai 36,3 persen. Lini infrastruktur dan gedung menyumbang sebesar 31,3 persen, disusul oleh segmen energi dan industrial plant sebesar 27,2 persen, serta sektor properti dan investasi sebesar 5,2 persen.
Ditinjau dari asal pemberi kerja, porsi terbesar proyek baru WIKA berasal dari badan usaha milik negara (BUMN) dengan persentase 49,5 persen. Adapun pengerjaan dari instansi pemerintah mencakup 29,1 persen dan pihak swasta menyumbang 19,5 persen.
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, meyakini bahwa pertumbuhan angka perolehan tersebut merupakan bukti terjaganya kepercayaan para pemilik proyek terhadap kinerja perseroan. Ia menegaskan perseroan tetap cermat dalam memilih proyek perlelangan.
“Kenaikan perolehan kontrak baru ini menunjukkan bahwa kepercayaan pemberi kerja kepada WIKA tetap terjaga. Kami terus selektif dalam mengikuti tender dengan mengutamakan proyek yang memiliki sumber pendanaan jelas dan skema pembayaran yang sehat, sejalan dengan upaya penyehatan keuangan Perseroan. Sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan infrastruktur, WIKA berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ngatemin dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).
Deretan Proyek yang Digarap WIKA
Sejumlah pengerjaan infrastruktur publik milik pemerintah tengah ditangani oleh perseroan. Proyek-proyek tersebut antara lain Jalan Bebas Hambatan Seksi 6B di Kalimantan Timur, perbaikan darurat Jalan Nasional Sibolga-Padang Sidempuan, serta penanganan rehabilitasi Sungai Tukka di Sumatera Utara.
Perseroan juga menggarap prasarana irigasi dan sistem perpipaan CISP Nipah Kuning B dan Martapura B di Kalimantan Barat, disamping pekerjaan penanganan genangan air melalui Drainase Primer Sungai Kera Hilir.
Pada kategori konstruksi bangunan gedung, perseroan dipercaya membangun Sekolah Garuda di Kalimantan Utara serta RSUD Weda di Maluku Utara. WIKA turut melaksanakan kegiatan pemulihan fasilitas madrasah dan layanan kesehatan di kawasan Aceh.
Sementara itu, pada September 2026, WIKA memperoleh proyek pekerjaan sipil untuk revitalisasi (revamping) area hot-side pabrik baja profil (beam plant) BP1 milik PT Garuda Yamato Steel (GYS) yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Pengerjaan WIKA meliputi pembuatan struktur dan fondasi, termasuk pada area tungku pemanas ulang (reheating furnace), yang ditargetkan rampung pada April 2027.
Pembaruan fasilitas tersebut ditujukan untuk meningkatkan daya tampung produksi beam plant BP1 milik PT GYS dari 400.000 ton menjadi 540.000 ton per tahun. Langkah ini diharapkan membuat operasional produksi berjalan lebih andal dan efisien guna memperkuat daya saing industri baja nasional dalam menyokong sektor konstruksi, manufaktur, energi, maupun infrastruktur.
Sumber: Finance - Detikcom







