Ekonomi & Bisnis

Pasar Saham AS Naik Usai Demokrat Menang Pemilu Sela

Pasar Saham AS Naik Usai Demokrat Menang Pemilu Sela
Daftar Isi
  1. Kenaikan Indeks Saham Utama
  2. Sektor Teknologi dan Kecerdasan Buatan
  3. Penurunan Harga Minyak

Pasar saham Amerika Serikat bergerak menguat setelah Partai Demokrat menyapu bersih pemilu sela dan mengambil alih kendali Dewan Perwakilan Rakyat serta Senat pada Selasa.

Kenaikan Indeks Saham Utama

Indeks Nasdaq dibuka naik 1 persen pada Rabu pukul 09.30 waktu setempat (14.30 GMT). Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik 1,8 persen dan S&P 500 meningkat 1,1 persen.

Peritel yang mengandalkan impor seperti Walmart dan Target masing-masing mengalami kenaikan 1,3 persen dan 3,3 persen di tengah kemungkinan perubahan kebijakan tarif. Di sektor kesehatan, penyedia asuransi UnitedHealthcare turun 2,9 persen dan CVS Health merosot 12 persen, sementara Cigna naik 1,6 persen.

Sentimen investor turut didukung oleh unggahan media sosial Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan akan menerima hasil pemilu. Hal tersebut meredakan ketidakpastian politik serta tekanan terhadap pasar.

Sektor Teknologi dan Kecerdasan Buatan

Bagi perusahaan yang terlibat dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI), prospeknya berbeda karena Partai Demokrat bersikap lebih kritis terhadap sektor tersebut. Oracle dan Nvidia sama-sama dibuka melemah pada awal perdagangan hari itu, meskipun Alphabet selaku induk perusahaan Google justru menguat 3,5 persen pada bel pembukaan.

Demokrat mencatatkan hasil positif di sejumlah negara bagian tempat pengembangan AI menonjol. Wilayah tersebut meliputi Ohio, di mana Sherrod Brown memenangkan kursi Senat, serta Texas tempat Partai Demokrat merebut kursi Senat melalui James Talarico dan pemilihan gubernur yang dimenangkan oleh Gina Hinojosa.

Dan Ives selaku managing partner di Yorkville Ives menyebutkan bahwa kemenangan Demokrat, khususnya dalam menguasai Senat, akan menciptakan sejumlah hambatan besar bagi legislasi teknologi dan AI di Washington selama dua tahun ke depan. Ia memperkirakan sekitar 10 persen pusat data tidak akan terwujud akibat situasi ini.

Penurunan Harga Minyak

Harga minyak dunia turut mengalami penurunan seiring hasil pemilu sela tersebut. Patokan global minyak mentah berjangka Brent turun 3,20 dolar Amerika Serikat atau 3,09 persen menjadi 100,40 dolar Amerika Serikat per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate melemah 3,01 dolar Amerika Serikat atau 3,13 persen menjadi 93,08 dolar Amerika Serikat. Selain merespons hasil pemilu sela, para investor juga memantau perkembangan potensi berakhirnya perang dengan Iran serta konflik antara Rusia dan Ukraina di tengah laporan adanya perundingan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *