Kementerian Keuangan mencatat aliran modal asing masuk ke pasar keuangan Indonesia mencapai Rp126 triliun terhitung sejak Januari hingga Oktober 2026. Masuknya dana dari investor global tersebut ditopang oleh tingginya minat terhadap instrumen Surat Berharga Negara serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia.
Aliran Modal Asing Didorong SBN dan SRBI
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan, capaian tersebut menunjukkan kinerja aliran modal masuk yang positif bagi perekonomian domestik. “Untuk inflow, tadi kami laporkan kepada Bapak Presiden bahwa terjadi inflow sampai saat ini masih inflow sekitar Rp 126 triliun sepanjang tahun dari Januari sampai dengan akhir Oktober kemarin. Dan ini adalah inflow yang baik,” ujar Suahasil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026), seperti dilaporkan detikcom.
Kendati demikian, situasi pasar keuangan masih diwarnai fluktuasi karena pasar saham domestik justru mengalami aksi jual bersih oleh investor asing. Pemerintah terus berupaya memperbaiki iklim pasar modal agar instrumen saham dapat mengikuti jejak SBN dan SRBI dalam menarik minat global.
Di samping instrumen portofolio, pemerintah juga memprioritaskan peningkatan investasi langsung pada sektor riil untuk memperkuat perekonomian nasional. “Yang lebih penting adalah sebenarnya foreign direct investment, jadi investasi di proyek-proyek yang sifatnya langsung, investasi langsung di Indonesia,” tutur Suahasil.
Kenaikan Yield SBN Akibat Sentimen Global
Di tengah ketidakpastian global, pergerakan imbal hasil atau yield SBN terpantau mengalami kenaikan akibat tekanan dari luar negeri. Meskipun demikian, instrumen SBN dan SRBI dinilai masih memiliki daya tarik yang kuat bagi para pemilik modal asing.
“SBN itu masih cukup menarik, SRBI juga masih cukup menarik, sehingga bisa menarik modal masuk ke dalam negeri. Tapi kami melihat kalau di pasar SBN suku bunga yield-nya itu juga mulai meningkat karena efek dari luar negeri,” pungkasnya.
Sumber: Finance - Detikcom






