Daftar Isi
Seorang jurnalis keuangan yang telah berpengalaman bertahun-tahun memberikan edukasi mengenai pengelolaan uang mengaku sempat terjebak dalam utang kartu kredit. Ia akhirnya berhasil melunasi utang sebesar 11.310 dolar AS atau setara dengan lima digit dalam kurun waktu kurang dari dua tahun tanpa harus menghentikan hobi berwisata dan berbelanja.
Akumulasi Utang dan Strategi Berbasis Anggapan
Penulis tersebut mengungkapkan bahwa dirinya hampir selalu membawa sisa saldo tagihan pada satu atau beberapa kartu kredit selama hampir 10 tahun terakhir. Utang tersebut menumpuk akibat kombinasi kebutuhan yang sah seperti biaya dokter hewan dan pasokan untuk anjing peliharaannya, serta pengeluaran sekunder seperti tiket penerbangan, hotel, makan malam, hingga pakaian baru. Alih-alih melunasi dengan sengaja, ia kerap menggunakan pembenaran mental untuk terus menggesek kartunya tanpa memperhatikan akumulasi bunga.
Sebagai ilustrasi, pada Oktober 2024, ia membelanjakan 764 dolar AS untuk layanan penitipan anjing, hotel, dan makan di luar, serta melakukan pembayaran total 838 dolar AS. Namun, dengan suku bunga mencapai setidaknya 21 persen dan tambahan biaya bunga sebesar 60 dolar AS pada periode tersebut, utangnya justru tidak berkurang secara signifikan. Strateginya selama ini hanya berdasarkan perkiraan semata dengan menyisihkan sebagian uang dari gajinya setiap dua minggu tanpa pernah benar-benar mencatat angka secara rinci.
Puncak utangnya melewati angka 10.000 dolar AS pada akhir tahun 2024 hingga awal 2025 akibat jadwal perjalanan yang padat serta menghadiri pernikahan sahabatnya. Meskipun ia masih mampu membayar tagihan bulanan rutin, sewa apartemen, cicilan pinjaman mahasiswa, serta menabung untuk dana darurat, ia tidak menyadari bahaya membawa utang sebesar itu jika sewaktu-waktu mengalami kehilangan pekerjaan atau keadaan darurat yang mahal.
Perubahan Pendekatan dan Pengendalian Pengeluaran
Pandangannya mengenai utang mulai berubah setelah ia mulai berkencan dengan tunangannya pada awal 2025, yang membantunya menyadari betapa signifikan jumlah utang tersebut. Berdasarkan analisis LendingTree dari data Federal Reserve, sekitar 45 persen pemegang kartu kredit membawa sisa saldo setidaknya satu bulan dalam setahun terakhir. Setelah membuka kembali lembar spreadsheet anggapannya dan memeriksa laporan bulanan secara saksama, ia terkejut karena mendapati banyak bulan di mana saldo utangnya justru bertambah alih-alih berkurang.
Tanpa harus melakukan tindakan drastis seperti memasukkan kartu ke dalam lemari es atau berkomitmen pada periode tanpa pengeluaran sama sekali, ia mulai memangkas beberapa area belanja terutama untuk makan di luar dan pakaian. Di Kota New York, ia mulai mengurangi frekuensi keluar malam, melewatkan koktail mahal, serta menghentikan kebiasaan naik taksi dalam perjalanan pulang. Ia juga menjadi lebih selektif saat berbelanja pakaian dengan memilih barang secara daring agar sesuai kebutuhan, serta merencanakan dan melunasi biaya perjalanan jauh-jauh hari.
Peran Penting Dana Darurat dan Bebas Utang
Ia tetap menerapkan nasihat klasik dalam penganggaran yaitu membayar diri sendiri terlebih dahulu dengan menyisihkan kontribusi otomatis ke dana darurat setiap kali ia menerima gaji dua mingguan. Dari Oktober 2025 hingga September 2026, ia secara konsisten menggelontorkan rata-rata hampir 600 dolar AS setiap bulannya untuk melunasi utang kartunya.
Keberadaan dana darurat tersebut sangat membantu ketika anjing peliharaannya harus menjalani kunjungan dokter hewan yang sangat mahal senilai 6.000 dolar AS pada Mei 2026. Meskipun terasa berat harus menguras tabungan tunai yang telah ia bangun dengan bangga, ia merasa bersyukur karena tidak perlu menambahkan tagihan dokter hewan tersebut ke dalam utang kartu kreditnya.
Kolumnis keuangan pribadi Michelle Singletary menyatakan kepada penulis bahwa utang dapat membatasi berbagai kemungkinan dalam hidup. Kini, seiring usianya yang menginjak 30 tahun dan mulai merencanakan pernikahan serta masa depan, ia merasa hidupnya jauh lebih ringan setelah terbebas dari tagihan kartu kredit bulanan yang tidak ia inginkan.
Sumber: US Top News and Analysis






