Teknologi

Peran Awan Rendah Tropis Perparah Pemanasan Global

Peran Awan Rendah Tropis Perparah Pemanasan Global

Para peneliti akhirnya memahami peran awan pada ketinggian rendah di daerah tropis dalam memperburuk pemanasan global setelah sekian lama mempertanyakan dampaknya. Pada awal tahun 2000-an, para ilmuwan iklim belum yakin apakah awan membantu mengurangi atau justru memperkuat perubahan iklim guna memastikan akurasi prediksi iklim.

Hasil Studi Terbaru

Beberapa hipotesis sebelumnya menyatakan bahwa awan mungkin menyeimbangkan sebagian pemanasan yang disebabkan manusia dengan memantulkan lebih banyak radiasi matahari ke luar angkasa. Di sisi lain, beberapa peneliti berhipotesis bahwa perubahan tertentu pada awan mungkin mempercepat pemanasan dengan memerangkap lebih banyak radiasi di atmosfer. Studi terhadap proses awan tropis dan curah hujan, serta perbaikan representasinya, berhasil memperkuat akurasi prediksi dan memberikan gambaran mengenai masa depan iklim.

Studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications membuktikan umpan balik awan cenderung memperkuat dan mempercepat pemanasan dalam sistem iklim daripada menguranginya. Berdasarkan laporan situs Climate Program Office (CPO) National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) seperti dilansir CNN Indonesia, penelitian ini menggunakan teknik baru dengan mengolah data yang bertentangan dari berbagai wilayah dan menyeimbangkannya untuk jawaban yang lebih jelas.

Dampak dan Prediksi Iklim

Menurut hasil temuan mereka, dampak umpan balik awan di Samudra Pasifik dan Atlantik tropis dalam pemanasan global 71 persen lebih kuat daripada yang para ilmuwan perkirakan sebelumnya. Studi ini menepis kemungkinan awan rendah tropis memiliki efek pendinginan untuk mengimbangi pemanasan sehingga memungkinkan prediksi yang lebih akurat mengenai pemanasan global di masa depan.

Penelitian ini turut menunjukkan iklim Bumi kemungkinan lebih sensitif terhadap peningkatan kadar karbon dioksida. Umpan balik awan positif yang lebih kuat berarti pemanasan global mungkin terjadi lebih cepat dari yang diprediksi model-model sebelumnya.

Para peneliti menyatakan bahwa model iklim untuk menggambarkan perilaku awan saat ini perlu disempurnakan kembali, khususnya di daerah tropis, agar tantangan perubahan iklim dapat diprediksi dengan jauh lebih baik. Mereka juga berencana mengembangkan perangkat lunak untuk NOAA yang akan mendiagnosis masalah umpan balik awan rendah ini secara lebih presisi dalam sistem pemodelan NOAA serta meningkatkan kemampuan prediksi cuaca dan iklim.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *