Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menargetkan penurunan suku bunga pinjaman ultra mikro bagi debitur Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar dari kisaran 18 hingga 25 persen menjadi 8 persen. Kebijakan penurunan suku bunga ini dijadwalkan mulai berlaku pada pekan kedua November 2026 secara permanen.
Alokasi Anggaran dan Sasaran Debitur
Pemerintah menyiapkan alokasi anggaran subsidi sekitar Rp2,6 triliun hingga akhir Desember untuk mendukung kebijakan tersebut. Maman menyatakan bahwa aturan ini bersifat permanen mengikuti arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
Jumlah total nasabah PNM Mekaar berkisar antara 12 juta hingga 15 juta dengan estimasi nasabah aktif mencapai sekitar 14 juta. Kendati demikian, jumlah pasti target nasabah yang akan disasar melalui kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan.
“(Berlaku) Permanen. Jadi, perintah Pak Presiden berlaku secara permanen. Sementara ini tadi untuk sampai akhir Desember sudah disiapkan kurang lebih sekitar Rp2,6 triliun. Nanti akan kita exercise kembali Rp2,6 triliun itu dan berdasarkan constraint waktu yang tinggal 2 bulan ini bisa meng-cover berapa nasabah,” ujar Maman di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2026).
Persiapan dan Evaluasi Uji Coba Lapangan
Sebagai langkah implementasi, Kementerian UMKM akan segera menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Badan Pengelola (BP) BUMN.
Pemberlakuan kebijakan ini sebelumnya sempat mengalami pengunduran karena kementerian harus melaksanakan uji coba terlebih dahulu, di mana rencana awal semestinya dimulai pada September lalu. Uji coba lapangan tersebut melibatkan sekitar 2.000 ibu-ibu nasabah Mekaar.
Hasil dari uji coba itu telah dibahas bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma’ruf, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, serta pihak manajemen PNM untuk dilakukan perbaikan dan peninjauan.
“Alhamdulillah tadi kita evaluasi dan beberapa catatan tentang itu kita perbaiki dan kita review, dan insyaallah dalam quarter minggu kedua bulan November ini sudah bisa kita dorong,” tutur Maman.
Sumber: Finance - Detikcom






