Serangkaian setidaknya lima ledakan dilaporkan terjadi di Pulau Qeshm, Iran, pada hari Senin. Insiden mengejutkan ini terjadi di tengah penyebab pastinya yang masih belum diketahui secara jelas.
Laporan Ledakan di Pulau Qeshm
Seperti dilaporkan CNBC Indonesia, kabar mengenai rentetan ledakan tersebut pertama kali disiarkan oleh kantor berita pemerintah IRNA mengutip AFP pada Selasa (3/11/2026). Otoritas Iran sendiri hingga kini belum merilis pernyataan resmi untuk mengonfirmasi sumber ledakan itu.
Perkembangan terbaru ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal diplomatik. Ia mengindikasikan bahwa kemungkinan kesepakatan damai dengan Iran bisa segera tercapai.
Pada hari Senin, Trump menyiratkan bahwa upaya diplomatik mulai menunjukkan kemajuan guna mencegah konflik baru. Di sisi lain, Teheran juga mengonfirmasi bahwa negosiasi yang intensif sedang berlangsung.
Melalui platform Truth Social sehari sebelum pemilu sela AS yang krusial, Trump menyatakan optimismenya tentang prospek kesepakatan tersebut dengan mengatakan bahwa kesepakatan dengan Teheran bisa saja terjadi dan Iran menginginkan penyelesaian secepat mungkin.
Persyaratan Pembukaan Selat Hormuz
Iran juga menyatakan kesediaannya untuk membuka kembali Selat Hormuz yang menjadi rute ekspor pasokan energi penting dari kawasan Teluk. Namun, Republik Islam tersebut mengajukan persyaratan ketat terhadap proposal itu.
Seorang pejabat senior mengisyaratkan bahwa Teheran dapat membuka kembali jalur air itu dalam dua hari ke depan asalkan Washington menyetujui serangkaian syarat yang diajukan oleh Iran.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei memaparkan bahwa kemungkinan penerapan rencana ini dalam dua hari merupakan indikasi lain dari pendekatan itikad baik Iran.
Sebelumnya, Iran telah mempresentasikan proposal tujuh hari pada bulan September lalu yang menawarkan pemulihan akses ke selat dengan imbalan beberapa konsesi dari Amerika Serikat.
Syarat yang diajukan meliputi penghentian permusuhan di semua lini dan pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan, serta menuntut penghapusan sanksi minyak dan pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan Iran.







