BUMN

Pendapatan Tumbuh 7,9 Persen, Jasa Marga Perkuat Layanan Tol

Pendapatan Tumbuh 7,9 Persen, Jasa Marga Perkuat Layanan Tol

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang positif hingga kuartal III 2026 yang didukung oleh kontribusi bisnis jalan tol dan optimalisasi operasional. Capaian ini menjadi landasan bagi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan usaha serta memperkuat konektivitas dan kualitas layanan kepada pelanggan.

Kinerja Keuangan dan Pendapatan Usaha

Perusahaan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp15,6 triliun, yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 7,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, seperti dilaporkan Finance – Detikcom. Perolehan tersebut ditopang oleh pendapatan tol sebesar Rp14,3 triliun atau tumbuh 6,8 persen, serta pendapatan usaha lain sebesar Rp1,3 triliun yang meningkat 21,5 persen secara tahunan.

Pendapatan usaha lain ditopang oleh tiga lini bisnis utama yaitu pengoperasian jalan tol, preservasi jalan tol, dan bisnis prospektif. Seiring kenaikan pendapatan tersebut, perusahaan memfokuskan strategi kuartal ketiga pada penguatan ketahanan fundamental dan optimalisasi struktur biaya melalui pengelolaan belanja operasional secara terukur dan disiplin.

Dari optimalisasi itu, perusahaan berhasil mempertahankan kinerja positif dengan membukukan EBITDA sebesar Rp10,5 triliun dan margin EBITDA sebesar 67,0 persen. Pada periode yang sama, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp2,7 triliun, yang menunjukkan keberhasilan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, pengelolaan risiko, dan penciptaan nilai jangka panjang.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyatakan capaian tersebut mencerminkan upaya perusahaan menjaga kinerja bisnis dan kesehatan finansial di tengah kebutuhan pengembangan infrastruktur serta peningkatan kualitas layanan jalan tol.

“Kami memastikan pengelolaan operasional berjalan optimal, sekaligus menjaga kapasitas investasi untuk mengembangkan jaringan jalan tol, meningkatkan standar layanan melalui pemanfaatan teknologi. Dengan demikian, pertumbuhan Perseroan dapat berjalan selaras dengan penciptaan nilai bagi pengguna jalan dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Rivan dalam keterangan tertulis pada Jumat (30/10/2026).

Pengembangan Jaringan dan Layanan Operasional

Dari perspektif operasional, volume transaksi kendaraan di jalan tol Jasa Marga mencapai lebih dari 981 juta kendaraan hingga kuartal III 2026, dengan lalu lintas harian rata-rata sekitar 3,6 juta kendaraan per hari. Angka ini mempertegas posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar jalan tol di Indonesia dengan mengoperasikan 1.294 kilometer jalan tol dari total konsesi sepanjang 1.736 kilometer.

Memasuki Oktober 2026, Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi Segmen Gending-Paiton sepanjang 24 kilometer telah dioperasikan dengan tarif untuk memperkuat konektivitas di Jawa Timur, menjadikan total jalan tol beroperasi yang dikelola Jasa Marga mencapai 1.318 kilometer. Perusahaan juga mempercepat penyelesaian proyek strategis seperti Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, serta Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo.

“Bagi Jasa Marga, Pembangunan infrastruktur jalan tol tidak hanya berorientasi pada penambahan jaringan, tetapi juga pada penciptaan konektivitas yang berdampak langsung bagi masyarakat dan perekonomian. Keterhubungan antarwilayah ini mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilalui,” jelas Rivan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Jasa Marga mentransformasi peran menjadi pengelola ekosistem layanan jalan tol terintegrasi melalui tiga pilar layanan. Pilar tersebut meliputi Protect the Journey dengan pemeliharaan berbasis teknologi menggunakan armada inspeksi Hawkeye 2000, sistem pelaporan digital TROOPS, dan integrasi preservasi JIMMS, serta Support the Journey yang menghadirkan kenyamanan melalui rejuvenasi Travoy Rest.

Sementara itu, pilar Inform the Journey berfokus pada penyediaan informasi dan pengendalian lalu lintas secara terpusat melalui Jasamarga Tollroad Command Center yang terhubung dengan Call Center 133 dan Aplikasi Travoy. Perusahaan juga mendukung kebijakan pemerintah menuju Zero Over Dimension Over Loading pada 2027 dengan menyediakan fasilitas Weigh In Motion untuk mendeteksi beban kendaraan angkutan barang berbasis teknologi yang terintegrasi dengan sistem Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri.

Menatap agenda akhir tahun, perusahaan memastikan kesiapan operasional dan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal, termasuk mengantisipasi peningkatan mobilitas pada periode libur Natal dan Tahun Baru melalui pemeliharaan infrastruktur, pemantauan lalu lintas, dan koordinasi dengan pemangku kepentingan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *