Nasional

Klarifikasi Keluarga Dokter soal Isu Pemukulan Pramugara

Klarifikasi Keluarga Dokter soal Isu Pemukulan Pramugara
Daftar Isi
  1. Kronologi Kejadian di Lorong Pesawat
  2. Pemeriksaan dan Kondisi Kesehatan
  3. Langkah Hukum dan Kerugian Keluarga

Pihak keluarga dr. Alexander Saudale, Sp.PD. dengan tegas membantah tudingan pemukulan terhadap seorang yang diduga pramugara Super Air Jet dalam penerbangan rute Lombok-Jakarta pada Minggu (25/10). Klarifikasi tersebut disampaikan oleh putri dari sang dokter, Grace Saudale, untuk meluruskan informasi yang dinilai menyudutkan ayahnya.

Kronologi Kejadian di Lorong Pesawat

Melalui akun Threads pribadinya @gracesaudale_, Grace memberikan keterangan keluarga karena menilai narasi yang beredar belum memuat penjelasan berimbang. Seperti dilaporkan CNN Indonesia, penerbangan tersebut mengalami keterlambatan hampir tiga jam sebelum proses naik ke kabin dimulai dengan dr. Alex masuk lewat pintu belakang membawa tiga tas kabin serta satu ransel.

Ketika menyusuri lorong kabin yang sempit, sang dokter sempat bertanya mengenai lokasi kursi 22C serta menanyakan penyebab keterlambatan kepada pramugara. Di tengah kondisi lorong yang sempit, tangan dr. Alex secara tidak sengaja tersenggol dan mengenai bagian perut petugas kabin tersebut.

Keluarga menegaskan bahwa insiden itu murni ketidaksengajaan dan dr. Alex langsung menyampaikan permohonan maaf berkali-kali di tempat sebelum duduk. Setibanya di kursi, sang dokter dipanggil ke bagian depan karena pramugara mengeluhkan sakit perut, dan ia kembali meminta maaf atas kejadian tersebut.

Pemeriksaan dan Kondisi Kesehatan

Dokter Alex kemudian diminta turun dari pesawat untuk dimintai keterangan oleh petugas keamanan bandara di sebuah ruangan. Dalam pemeriksaan itu, ia menolak opsi untuk menghadirkan pramugara tersebut ke darat karena merasa kasihan dengan petugas yang masih muda serta khawatir akan menimbulkan masalah bagi yang bersangkutan.

Setelah melakukan panggilan video dengan pramugara yang mengunggah keluhan di media sosial lewat akun @exmanef, dr. Alex diminta membuat video pernyataan. Meski sempat mempertanyakan urgensi pembuatan video tersebut, ia tetap bersikap kooperatif agar proses cepat selesai dan bisa melanjutkan perjalanan.

Grace membeberkan bahwa ayahnya sedang tidak berada dalam kondisi kesehatan yang prima saat peristiwa itu terjadi. Akibat penundaan penerbangan yang cukup lama, dr. Alex mengalami hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah drastis karena baru saja menyuntikkan insulin dan hanya mengonsumsi sepotong roti.

Langkah Hukum dan Kerugian Keluarga

Pihak keluarga menekankan bahwa ucapan maaf yang disampaikan dr. Alex di lokasi sama sekali bukan bentuk pengakuan atas tindak kekerasan fisik. Keluarga juga menyayangkan peredaran gambar buatan kecerdasan buatan atau AI di media sosial yang merekayasa peristiwa pemukulan seolah-olah benar-benar terjadi.

Akibat kejadian ini, keluarga mengaku menanggung kerugian materiil dan immateriil yang besar, termasuk kehilangan waktu perjalanan serta harus membeli tiket penerbangan baru karena tiket sebelumnya hangus. Mereka mendesak agar penanganan masalah dilakukan secara objektif berdasarkan fakta lapangan dan bukti sah, bukan narasi media sosial.

Keluarga juga mempertanyakan penyebaran video pernyataan serta data pribadi sang dokter ke ruang publik, dan menyatakan siap mengambil langkah hukum jika narasi tidak benar yang menyebut dr. Alex mengakui pemukulan terus disebarluaskan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *