Dunia

Trump Siap Akhiri Perang Iran Demi Hasil Jangka Panjang

Trump Siap Akhiri Perang Iran Demi Hasil Jangka Panjang

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan secara mengejutkan bahwa negaranya dapat mengakhiri konflik dengan Iran pada saat ini juga. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pemerintahannya ingin memastikan penyelesaian perseteruan tersebut mampu bertahan dalam jangka waktu yang panjang.

Pernyataan Trump di Carolina Selatan

Seperti dilaporkan CNBC Indonesia, klaim tersebut disampaikan oleh sang presiden ketika menghadiri sebuah rapat umum di wilayah Carolina Selatan pada hari Rabu waktu setempat, mengutip dari Anadolu Agency pada Kamis (22/10/2026).

“Ini akan segera berakhir. Kita bisa pergi sekarang, tetapi kita ingin memastikan ini bertahan untuk waktu yang lama,” ungkap Trump.

Dalam kesempatan yang sama, Trump menuturkan dengan penuh keyakinan bahwa negaranya telah menaklukkan Iran secara total, mencakup aspek militer serta finansial. Dirinya juga menegaskan bahwa Teheran dipastikan tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

Selain itu, Trump memaparkan bahwa militer AS saat ini telah memberlakukan blokade ketat di wilayah Selat Hormuz. Jalur penting tersebut bahkan ia sebut dan klaim secara sepihak sebagai Selat Trump. Menurutnya, penamaan tersebut disetarakan dengan langkah mengubah nama Teluk Meksiko.

Rencana Serangan Militer Lanjutan

Pernyataan bernada percaya diri tersebut dilontarkan bersamaan dengan terbitnya laporan dari The New York Times mengenai rencana militer AS dan Israel. Laporan itu menyebutkan bahwa kedua negara telah menyusun strategi untuk melancarkan serangan baru terhadap Iran selepas pelaksanaan pemilu sela AS.

Berdasarkan keterangan para pejabat serta sumber internal AS yang dicatat dalam laporan tersebut, kepastian mengenai lampu hijau dari Trump masih belum dapat dipastikan. Pasalnya, presiden diketahui telah beberapa kali memveto rencana untuk terlibat kembali dalam pertempuran skala besar sepanjang tahun ini.

Menanggapi bocoran terkait rencana militer itu, seorang pejabat Gedung Putih menyatakan sikap tegas untuk menolak memberikan konfirmasi apa pun. Pemerintah menegaskan bahwa mereka tidak memberikan komentar terkait rencana militer yang mungkin ada maupun yang tidak ada.

Konflik antara AS dan Israel melawan Iran secara resmi meletus pada tanggal 28 Februari lalu. Invasi tersebut dibalas oleh Teheran melalui rentetan serangan rudal dan pesawat nirawak di kawasan sekitar, sekaligus menutup jalur pasokan energi global di Selat Hormuz. Upaya damai melalui nota kesepahaman pada bulan Juni berkat mediasi Pakistan dan Qatar kini menemui jalan buntu akibat perselisihan yang belum terselesaikan, termasuk aturan navigasi di selat tersebut.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *