Daftar Isi
Seorang kreator konten TikTok bernama Fai menegur keras penonton siaran langsungnya yang melontarkan komentar rasis terkait kuliner India. Peristiwa tersebut terjadi ketika ia sedang menjelajahi kawasan Little India di Singapura.
Kronologi Kejadian di Little India
Seperti dilaporkan Food – Detikcom, insiden ini bermula pada 23 Oktober sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Dalam siaran langsung tersebut, Fai menyusuri sejumlah lokasi termasuk Tekka Market, deretan rumah toko, hingga Bazar Deepavali di Farrer Park.
Menjelang malam, pria berusia 39 tahun itu singgah untuk bersantap di ABC Nasi Kandar yang berlokasi di Desker Road. Ia memesan hidangan ayam palak, yakni menu ayam dengan sajian saus bayam berwarna hijau.
Penampilan makanan yang dipesannya itu justru memicu komentar tidak pantas dari para netizen. Berdasarkan siaran langsung itu, seorang penonton diduga menyamakan hidangan tersebut dengan kotoran, sementara penonton lainnya menyebut salah satu tempat yang dilalui Fai sebagai kafe palsu.
Tindakan Tegas dan Refleksi Kreator
Fai langsung merespons dengan menegur para penonton tersebut secara langsung dalam siaran langsungnya dan langsung memblokir akun-akun yang terlibat. Selain itu, ia menyebut ada komentar lain yang mempertanyakan kebersihan makanan serta memperingatkannya agar berhati-hati saat menyusuri kawasan Little India.
Menurut Fai, kejadian tersebut merupakan pengalaman pertamanya menerima komentar bernada rasis selama melakukan siaran langsung. Guna menanggapi peristiwa itu, ia kemudian mengunggah dua video lanjutan pada 24 dan 25 Oktober.
Dalam video lanjutan tersebut, Fai berpandangan bahwa serangan mikro terhadap kelompok minoritas sering kali diabaikan. Sebagai bagian dari ras mayoritas, ia mengakui bahwa bentuk rasisme terselubung tidak selalu terpikirkan olehnya dan ia menyesal karena sempat mengabaikan komentar serupa di masa lalu.
Fai menganggap kejadian ini bisa menjadi sarana pembelajaran bagi para penontonnya. Kendati demikian, ia menilai komentar-komentar tersebut tidak dilontarkan untuk memancing keributan, melainkan dari para penonton yang sedang mengobrol biasa tanpa menyadari bahwa ucapan mereka menyinggung pihak lain.
Sebagian besar penonton Fai sendiri berada pada rentang usia 25 sampai 34 tahun, meskipun ia tidak dapat memastikan usia pasti dari netizen yang meninggalkan komentar rasis tersebut.
“Berdasarkan pengalaman pribadi, saya sering menjumpai pernyataan rasis dari generasi yang lebih tua. Sementara di kalangan rekan-rekan sebaya, pandangan-pandangan negatif seperti itu kemungkinan besar sudah tertanam sejak mereka masih kecil,” ujar Fai.
Ia melanjutkan, “Penting bagi kita untuk menyadari hal ini dan berupaya menghilangkan perilaku tersebut.”
Respons Beragam dari Publik
Unggahan video lanjutan Fai ternyata membuahkan hasil positif setelah seorang penonton menghubunginya untuk menyampaikan penyesalan. Penonton tersebut mengaku tidak sadar bahwa komentar yang ditulisnya mengandung unsur rasisme.
Secara umum, sebagian besar netizen menyampaikan terima kasih kepada Fai karena berani bersuara membela kelompok minoritas serta memuji ketenangan dan keefektifan caranya dalam menyampaikan pesan. Walau demikian, terdapat pula sebagian netizen yang menuding bahwa kejadian tersebut sengaja direkayasa demi mendongkrak jumlah penonton, sementara yang lainnya mempertanyakan apakah hal yang dipersoalkan oleh Fai benar-benar bentuk rasisme.
Sumber: Food - Detikcom







