Ekonomi & Bisnis

Strategi Mendag Budi Santoso Genjot Perdagangan Lewat 3 Program

Strategi Mendag Budi Santoso Genjot Perdagangan Lewat 3 Program

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa pihaknya menjalankan tiga program utama untuk mendongkrak kinerja perdagangan di Indonesia. Seluruh program tersebut dirancang agar selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Tiga Pilar Utama Perdagangan Nasional

Ketiga program utama yang dicanangkan Kementerian Perdagangan meliputi Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, serta Dari Lokal untuk Global, seperti dilaporkan CNBC Indonesia. Di samping itu, terdapat pula produk pilihan busana hasil kurasi tim kementerian yang dipamerkan mulai dari kantor kementerian hingga ruang kerja menteri untuk disaksikan para tamu.

Untuk pilar pengamanan pasar dalam negeri, Budi menyatakan bahwa pihaknya senantiasa menggenjot promosi sekaligus memperkuat daya saing produk lokal agar menjadi pilihan utama konsumen di dalam negeri. Sementara itu, pilar perluasan pasar ekspor digenjot melalui penyelesaian perundingan perjanjian dagang, penyelesaian hambatan dagang bersama negara mitra, otomatisasi Surat Keterangan Asal (SKA), serta pelaksanaan berbagai promosi dagang.

Budi merinci bahwa saat ini pemerintah telah memiliki sebanyak 25 perjanjian dagang dengan berbagai negara, sementara 13 perjanjian lainnya masih dalam tahap proses negosiasi.

Pengembangan UMKM dan Wirausaha Muda

Melalui program ketiga yakni Dari Lokal untuk Global, kementerian membaginya ke dalam empat klaster yang mencakup UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor), Desa BISA Ekspor, Kemitraan UMKM, serta Campuspreneur. Fasilitas global diberikan dengan memanfaatkan keberadaan atase perdagangan di 33 negara untuk mencari pembeli melalui kegiatan temu bisnis.

Selain itu, program Campuspreneur mendapat dukungan penuh guna mendongkrak rasio kewirausahaan nasional melalui fasilitasi pengembangan usaha mahasiswa, pemasaran produk, dukungan ekspor, serta pembinaan bersama mitra perguruan tinggi. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan wirausaha muda baru serta menciptakan lapangan kerja tambahan, di mana sejauh ini sudah ada 25 perguruan tinggi yang ikut ambil bagian dalam program tersebut.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *