Daftar Isi
Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente menyebut tabrakan maut dua kereta di wilayahnya sebagai peristiwa yang tidak masuk akal. Ia memaparkan kronologi kecelakaan tragis tersebut yang mengakibatkan puluhan korban jiwa.
Kronologi Kecelakaan Kereta Cepat
Seperti dilaporkan detikcom dari CNN pada Rabu (28/10/2026), Puente menyatakan insiden tersebut diduga bermula dari keputusan pengatur lalu lintas kereta yang mengizinkan salah satu rangkaian berjalan kembali setelah terjadi gangguan sistem persinyalan.
Awalnya, gangguan komputer pada sistem persinyalan utama LZB membuat seluruh kereta di kawasan itu berhenti secara otomatis, termasuk kereta cepat Renfe dan Iryo yang kemudian bertabrakan.
Selanjutnya, pusat kendali milik pengelola infrastruktur perkeretaapian Spanyol, Adif, mengambil alih kendali dan mengizinkan kereta Renfe melaju kembali meskipun lampu sinyal masih menunjukkan warna merah.
Di sisi lain, kereta Iryo dari arah berlawanan masih berhenti di atas rel sekitar 25 kilometer di depan posisi kereta Renfe.
Kecepatan Tinggi dan Herannya Menteri Transportasi
Puente mengungkapkan bahwa kereta Renfe diperbolehkan melaju tanpa ada pembatasan kecepatan. Antara pukul 08.36 hingga 08.52 waktu setempat, kereta tersebut menempuh jarak sekitar 25 kilometer dengan kecepatan mencapai 200 kilometer per jam sebelum akhirnya menghantam kereta Iryo yang sedang berhenti.
Puente merasa kebingungan dengan langkah yang diambil oleh pusat kendali. “Sungguh tidak masuk akal,” ucap dia, seraya menilai keputusan membiarkan kereta Renfe berjalan sementara kereta Iryo masih tertahan di jalur yang sama sebagai tindakan yang tidak dapat dijelaskan.
Jumlah Korban Jiwa dan Luka-luka
Pemimpin wilayah Castilla-La Mancha, Emiliano Garcia-Page, kepada wartawan di lokasi kejadian pada Rabu (28/10), menyampaikan bahwa laporan terakhir mencatat ada 64 korban meninggal dunia dan jumlah tersebut diprediksi bakal bertambah.
Sementara itu, seorang juru bicara pemerintah Castilla-La Mancha mengonfirmasi kepada AFP bahwa lebih dari 100 orang menderita luka-luka, di mana 58 orang di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit dan 15 korban berada dalam kondisi kritis.
Sumber: News - Detikcom






