Ekonomi & Bisnis

Harga Minyak Naik Akibat Ketegangan Geopolitik

Harga Minyak Naik Akibat Ketegangan Geopolitik

Harga minyak mentah dunia naik pada perdagangan hari Rabu di tengah kekhawatiran pasokan yang dipicu oleh rencana aksi militer Amerika Serikat terhadap Iran dan serangan terhadap fasilitas minyak.

Kenaikan Harga Minyak Global

Patokan internasional minyak mentah Brent berjangka naik 1,3 persen dan ditutup pada posisi 115,32 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 2,9 persen dan menetap di level 102,78 dolar AS per barel.

Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan telah meminta sejumlah negara Teluk Arab untuk bersiap menghadapi kampanye militer yang singkat namun intens menyusul pemilu sela. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa perang dengan Iran akan berakhir sesuai persyaratannya sekaligus menegaskan bahwa Teheran harus dicegah dari kepemilikan senjata nuklir. Dalam sebuah kampanye di Texas pada hari Selasa, Trump mengutarakan bahwa konflik tersebut dapat diakhiri dengan cepat dengan syarat kesepakatan yang ada menjamin Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir. Pernyataan tersebut mengikuti komentar sebelumnya mengenai pertimbangan antara mencapai kesepakatan dengan Teheran atau mengambil langkah militer lanjutan.

Serangan Houthi dan Situasi Politik Israel

Di kawasan Timur Tengah, militan Houthi yang bersekutu dengan Iran menyatakan pada hari Selasa bahwa mereka telah menyerang kilang Ras Tanura di Arab Saudi menggunakan rudal balistik, yang memicu kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan minyak lebih lanjut. Premi risiko geopolitik terus melekat pada harga minyak akibat kekhawatiran gangguan pasokan tersebut, sementara para pelaku pasar memantau perkembangan di kawasan secara seksama.

Ketidakpastian pasar turut bertambah menyusul pemilu di Israel yang mengarah pada kebuntuan politik karena baik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu maupun pesaing utamanya, Gadi Eisenkot, gagal mengamankan mayoritas kursi untuk membentuk pemerintahan. Hasil jajak pendapat awal menunjukkan blok-blok saingan gagal meraih 61 kursi yang dibutuhkan untuk menguasai parlemen Israel yang beranggotakan 120 orang, sehingga memunculkan prospek negosiasi koalisi yang panjang dan memengaruhi arah kebijakan Israel terhadap Iran.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *