Daftar Isi
Kue pasar dan jajanan jadul seperti lemper, klepon, serta kue lapis tetap eksis dan digemari di tengah maraknya berbagai makanan kekinian. Meskipun selera masyarakat terus berkembang, jajanan tradisional ini terbukti masih diminati oleh berbagai kalangan lintas generasi.
Penelitian Identitas Makanan Tradisional
Sebuah studi mengenai identitas makanan tradisional yang dimuat dalam jurnal Frontiers in Nutrition meneliti cara kelompok usia berbeda dalam mengenali makanan tradisional di sembilan negara, termasuk Indonesia, Belanda, Brasil, China, Italia, dan Jepang.
Berdasarkan laporan tersebut, makanan tradisional masih dikenali oleh beragam kelompok usia di enam dari sembilan negara yang menjadi objek penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa makanan tradisional senantiasa melekat dalam ingatan kuliner masyarakat walaupun generasi dan pola makan mereka telah bergeser.
Di Indonesia, responden dari kalangan usia muda cenderung mengingat makanan ringan saat diminta mengidentifikasi makanan tradisional. Sebaliknya, responden yang lebih senior lebih sering menyebut hidangan gurih dengan proses pembuatan yang lebih lama.
Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh faktor kebiasaan, gaya hidup, serta kepraktisan pengolahan. Walau demikian, faktor kuliner bukan satu-satunya alasan makanan lama ini bertahan karena terdapat unsur kenangan yang menyertainya.
Keterkaitan Makanan dan Kenangan Emosional
Berdasarkan riset yang dipublikasikan dalam jurnal Cognition and Emotion, pengalaman makan yang bernuansa nostalgia berhubungan erat dengan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi. Studi itu menyatakan bahwa nostalgia terhadap makanan mampu memperkuat kenyamanan sebab menciptakan perasaan terhubung yang lebih kuat dengan sesama manusia.
Makanan tertentu memiliki arti emosional yang mendalam karena terhubung dengan pengalaman masa kecil, kebersamaan keluarga, hingga peristiwa penting lainnya. Saat menyantap makanan yang akrab sejak kecil, seseorang tidak sekadar mengenang rasanya, melainkan juga mengingat figur dan peristiwa di masa lampau.
The Guardian sempat mengulas bagaimana resep-resep lama terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya di dalam lingkup keluarga. Resep tersebut tidak cuma memuat panduan memasak, tetapi juga merangkum kisah, sejarah keluarga, serta kebiasaan turun-temurun.
Adaptasi Kuliner Tradisional
Di sisi lain, makanan tradisional tidak harus selalu dihidangkan dalam wujud yang persis sama karena cara masyarakat menikmati hidangan bisa beradaptasi dengan kesibukan dan gaya hidup masa kini. Jajanan pasar yang dulunya harus dibuat sendiri di rumah, kini dapat dijumpai dengan mudah di toko kue, pasar modern, hingga melalui platform pesan antar makanan.
Beberapa jenis makanan juga mendapatkan penyesuaian dari aspek ukuran, bahan baku, maupun cara penyajian agar lebih relevan dengan preferensi konsumen modern. Transformasi tersebut tidak menghilangkan jati diri makanan tradisional asalkan ciri khas dan makna utamanya tetap terjaga.
Menikmati jajanan pasar bukan sekadar aktivitas untuk mengenyangkan perut, melainkan cara praktis untuk merajut kembali kedekatan dengan masa lalu serta melestarikan tradisi keluarga.




