Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir meminta generasi muda untuk meniru mentalitas gigih yang dimiliki oleh Timnas sepakbola dan kontingen Indonesia. Pesan tersebut disampaikan dalam sesi dialog interaktif pada acara Wirasena Youth Camp 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, baru-baru ini.
Mentalitas Pejuang Atlet Nasional
Menurut Erick, para pemuda di tanah air tidak boleh merasa pesimistis dalam melihat masa depan bangsa hanya karena keterbatasan atau tantangan yang sedang terjadi. Ia mengambil contoh dari mentalitas pejuang yang ditunjukkan oleh para atlet nasional saat berlaga di berbagai ajang internasional.
Kultur yang terlalu santai atau relaks diingatkan Erick agar dihindari oleh generasi muda. “Kultur kita jangan sampai menjadi kultur yang siesta atau relaks, yang membuat kita menjadi terlalu easy-going,” ujar Erick melalui keterangan tertulis pada Selasa (27/10/2026).
Lebih lanjut, ia menyebutkan perjuangan yang diperlihatkan oleh tim nasional sepakbola serta kontingen olahraga Indonesia di tingkat dunia. Meskipun sering kali tidak diunggulkan di atas kertas, mereka tetap mampu menorehkan hasil yang gemilang berkat kedisiplinan, kerja keras, dan sikap pantang menyerah sampai pertandingan berakhir.
Kunci Sukses Pemimpin Masa Depan
Nilai-nilai ketangguhan serta pengorbanan tersebut harus melekat pada diri setiap pemuda Indonesia. Hal ini dinilai penting karena tantangan di bidang ketenagakerjaan dan dinamika global di masa mendatang memerlukan tingkat daya saing yang tinggi.
Di samping itu, Erick turut menggarisbawahi pentingnya keterbukaan, kerja sama, dan keinginan untuk terus belajar dari setiap kegagalan sebagai fondasi utama bagi calon pemimpin masa depan.
“Tidak ada orang sukses yang kerja sendiri, dan tidak ada orang sukses yang tanpa pernah gagal. Yang paling penting adalah bagaimana kita belajar dari kegagalan itu,” tutup Erick.
Sumber: Sport - Detikcom






