Keahlian dan kompetensi dapat menumbuhkan kepercayaan, tetapi kekuasaan dan popularitas tidak serta-merta menghadirkan hal yang sama di mata publik. Berdasarkan survei lintas negara terbaru, integritas dan kredibilitas justru menjadi penentu utama dalam menilai tingkat kepercayaan terhadap suatu profesi.
Hasil Ipsos Global Trustworthiness Index 2026
Temuan tersebut bersumber dari Ipsos Global Trustworthiness Index 2026, yaitu survei daring yang melibatkan 23.537 orang dewasa di 31 negara pada rentang waktu 19 Juni hingga 3 Juli 2026. Ipsos menerapkan ukuran net trust, yakni persentase responden yang memandang suatu profesi dapat dipercaya dikurangi persentase yang menganggapnya tidak dapat dipercaya, dengan hasil akhir berupa rata-rata berbobot setara dari seluruh negara partisipan.
Politikus mencatatkan skor net trust terendah di angka minus 48, di mana hanya 13 persen responden yang menganggap mereka dapat dipercaya dan 61 persen menilainya tidak dapat dipercaya. Posisi di bawah politikus ditempati oleh influencer media sosial dengan skor minus 44 serta menteri pemerintahan di angka minus 37.
Sebagai perbandingan umum, rendahnya tingkat kepercayaan terhadap politikus ini selaras dengan hasil survei Pew Research Center di 25 negara pada 2025. Median 47 persen responden saat itu menilai hanya sedikit atau bahkan tidak ada politikus terpilih di negara mereka yang jujur, sementara 46 persen berpendapat hanya sedikit pejabat yang memahami kebutuhan masyarakat biasa.
Persepsi terhadap integritas pemerintahan turut memengaruhi pandangan publik terhadap institusi publik. Organisation for Economic Co-operation and Development dalam laporan Government at a Glance 2025 menyatakan bahwa perilaku tidak etis seperti korupsi, suap, dan pilih kasih dapat melemahkan kepercayaan terhadap institusi serta pejabat publik.
Sementara itu, kepercayaan terhadap influencer media sosial yang hanya berada di angka 14 persen dalam data Ipsos memunculkan persoalan kredibilitas terkait konten komersial. Studi dalam European Journal of Communication mencatat bahwa skeptisisme terhadap intensitas iklan dapat memengaruhi persepsi publik terhadap kredibilitas para pembuat konten.
Perbedaan tingkat kepercayaan juga tampak di antara profesi dalam institusi atau industri yang serupa. Pegawai pemerintahan dan aparatur sipil mencatatkan skor minus 9, yang nilainya 28 poin lebih tinggi daripada menteri pemerintahan. Pembawa berita televisi memperoleh skor minus 3, lebih tinggi dibanding jurnalis yang berada di angka minus 10, sementara influencer berada jauh di bawah keduanya pada level minus 44.
Di luar kelompok dengan skor terendah tersebut, eksekutif periklanan mencatat minus 26, pemuka agama atau pendeta minus 11, bankir minus 10, pemimpin bisnis minus 8, serta pembawa berita televisi minus 3. Selain itu, pollster berada di angka minus 2 dan pengacara mencatat angka nol, yang berarti persentase responden yang percaya seimbang dengan yang tidak percaya.
Dokter dan Ilmuwan Paling Dipercaya
Di jajaran teratas, dokter menempati posisi pertama dengan skor net trust plus 43, diikuti oleh ilmuwan di posisi kedua dengan skor plus 42, serta guru di peringkat ketiga dengan catatan plus 37. Menurut laporan Ipsos, ketiga profesi ini menduduki posisi puncak di 27 dari 31 negara yang menjadi objek survei.
Riset Pew Research Center di Amerika Serikat pada 2019 memberikan gambaran mengenai persepsi terhadap profesi dokter, di mana 57 persen warga menyatakan dokter biasanya mengutamakan kepentingan pasien dan 49 persen menilai dokter memberikan diagnosis serta rekomendasi pengobatan yang baik. Kendati demikian, riset tersebut hanya mencakup Amerika Serikat pada tahun 2019 dan tidak dapat langsung dianggap sebagai penjelasan menyeluruh atas hasil survei global Ipsos 2026.
Ilmuwan berada tepat di bawah dokter dengan skor plus 42. Meskipun tingginya skor ini konsisten dengan kepercayaan terhadap peran sains, survei Ipsos hanya mengukur tingkat kepercayaan tanpa merinci alasan di baliknya, sehingga tidak membuktikan responden memercayai ilmuwan secara khusus karena metode atau bukti ilmiah tertentu.
Jurang kepercayaan bersih antara profesi dengan nilai tertinggi dan terendah mencapai 91 poin persentase, yaitu selisih antara dokter dan politikus. Secara keseluruhan, rangkaian data dari survei Ipsos memperlihatkan bahwa kepercayaan publik terpusat pada profesi seperti dokter, ilmuwan, dan guru, sedangkan politikus bersama influencer menanggung defisit kepercayaan terbesar.






