Dunia

Kemenangan Lula di Brasil Bawa Angin Segar Bagi Aliansi BRICS

Kemenangan Lula di Brasil Bawa Angin Segar Bagi Aliansi BRICS
Daftar Isi
  1. Menyelamatkan Aliansi dari Perpecahan
  2. Mendorong Multipolaritas Tanpa Konfrontasi
  3. Menantang Ketergantungan Dolar

Kemenangan mengejutkan Luiz Inacio Lula da Silva dalam pemilihan umum presiden Brasil untuk masa jabatan keempat disambut dengan euforia oleh para pendukungnya. Kegembiraan atas kemenangan tersebut dirasakan luas di belahan dunia selatan atau Global South, serta memberikan harapan baru bagi aliansi negara-negara berkembang, BRICS.

Menyelamatkan Aliansi dari Perpecahan

Di tengah upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan kembali kekuasaan AS dan menilai BRICS sebagai ancaman terhadap kepentingan Washington, kemenangan Lula di Brasil memberikan jaminan politik bagi aliansi tersebut, menurut para pengamat. Kemenangan rivalnya, Flavio Bolsonaro, dinilai dapat mengancam komitmen Brasil terhadap blok tersebut mengingat kedekatannya dengan Trump dan seruannya untuk mempertimbangkan kembali peran negara dalam BRICS.

Sebagai salah satu pendiri blok tersebut hampir dua dekade lalu, Lula berupaya memperkuat peran BRICS di kancah global. Esmat Zaidan, profesor kebijakan publik di Universitas Hamad Bin Khalifa Qatar, seperti dilaporkan Al Jazeera, menyatakan bahwa kemenangan Lula penting bagi kelangsungan politik BRICS di iklim saat ini untuk memperkuat peran blok dalam tata kelola global.

Namun, Zaidan mengingatkan bahwa kelangsungan aliansi tidak serta-merta mencerminkan persatuan total di dalamnya. Guy Burton, seorang analis geopolitik dan kebijakan, sepakat bahwa perbedaan di dalam blok akan tetap ada mengingat para anggotanya memiliki kepentingan ekonomi dan tujuan geopolitik yang sangat beragam.

Mendorong Multipolaritas Tanpa Konfrontasi

Kelegaan di Global South atas kemenangan Lula mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas di kalangan negara berkembang terhadap keterpaparan mereka pada kebijakan Washington, khususnya terkait perdagangan, tarif, dan hubungan ekonomi internasional. Menurut Zaidan, isu utamanya bukanlah penentangan terhadap AS, melainkan kebebasan untuk mengambil keputusan secara mandiri dan menghindari ketergantungan berlebihan pada satu kekuatan global.

Imran Khalid, analis geostrategis dan peneliti senior di Foreign Policy in Focus, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa sebagian besar negara tersebut tidak ingin berselisih dengan AS, melainkan menginginkan kebebasan untuk menolak Washington tanpa takut dihukum. Lula sendiri telah lama mengadvokasi sistem internasional yang lebih multipolar di mana negara berkembang memiliki suara lebih kuat.

Meskipun demikian, keberagaman anggota membuat BRICS tidak pernah menjadi penyeimbang yang koheren bagi Barat. Zaidan menilai kemenangan Lula memperkuat argumen untuk otonomi strategis alih-alih konfrontasi terbuka dengan Washington.

Menantang Ketergantungan Dolar

Salah satu ambisi BRICS adalah mempromosikan perdagangan dengan mata uang lokal ketimbang dolar AS, dan kemenangan Lula dapat memberikan landasan politik untuk memperkuat upaya tersebut mengingat Brasil merupakan salah satu perekonomian perdagangan terbesar di blok tersebut. Khalid menjelaskan bahwa setelah gagasan mata uang bersama dibatalkan pada KTT terbaru di New Delhi pada bulan September, ambisi perdagangan mata uang lokal menjadi jauh lebih layak.

Meskipun demikian, Zaidan menekankan bahwa kemauan politik saja tidak cukup karena negara-negara anggota juga memerlukan infrastruktur pembayaran yang andal, likuiditas mata uang yang memadai, regulasi keuangan yang tepat, serta kesiapan dunia usaha. Burton menambahkan bahwa dolar masih mendominasi transaksi valuta asing dan pergeseran tersebut tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Pada akhirnya, kemenangan Lula dapat membantu BRICS beralih dari diskusi politik menuju kerja sama keuangan yang lebih praktis, sementara pengurangan ketergantungan pada dolar akan berjalan secara bertahap dan tidak merata yang didorong oleh kelayakan ekonomi serta ambisi geopolitik.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *