Teknologi

Fanatics Gandeng OpenAI Hadirkan Fitur Belanja AI

Fanatics Gandeng OpenAI Hadirkan Fitur Belanja AI

Perusahaan perlengkapan olahraga Fanatics bekerja sama dengan OpenAI untuk meluncurkan fitur rekomendasi belanja berbasis kecerdasan buatan yang diberi nama “Shop the Look”. Fitur ini dirancang menggunakan teknologi Codex dari OpenAI guna membantu para pencinta olahraga menelusuri katalog produk yang sangat luas.

Tantangan Katalog Produk yang Sangat Besar

Fanatics saat ini menyediakan lebih dari 1,5 juta unit produk unik untuk para penggemar olahraga, mulai dari kaus dan topi hingga pakaian jalan kaki bermerek tim serta kaus kaki. Sebagai platform industri olahraga raksasa, Fanatics Commerce memproduksi lebih dari 45 juta barang setiap tahunnya dan memasarkannya kepada pelanggan di lebih dari 180 negara melalui ratusan situs yang mereka operasikan.

Chief Product Officer Fanatics Commerce, Justin Tsai, menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut memunculkan tantangan tersendiri bagi perusahaan. Menurutnya, para pelanggan kerap menghabiskan waktu rata-rata lebih dari 30 menit di situs mereka, dan durasi tersebut terus bertambah seiring peluncuran ribuan produk baru setiap pekannya.

Solusi Pakaian Terkoordinasi

Melalui fitur “Shop the Look”, sistem akan merekomendasikan pakaian yang saling terkoordinasi di setiap halaman produk, dengan memadukannya bersama barang-barang lain yang tersedia di stok berdasarkan kesesuaian tim dan gaya yang diinginkan. Strategi kurasi belanja tradisional seperti pemotretan dan penataan busana memiliki waktu pengerjaan yang tidak selalu cocok dengan laju pertumbuhan produk Fanatics maupun barang yang dirilis secara cepat seperti kaus dan topi kemenangan.

Selain itu, saran acak tidak efektif bagi para pendukung klub olahraga karena faktor loyalitas tim menjadi hal utama. Justin Tsai menegaskan bahwa tidak ada penggemar Los Angeles Dodgers yang ingin dipasangkan dengan barang milik San Francisco Giants, sehingga keselarasan tim dan pemain sangat penting dalam industri mereka.

Bisnis merchandise tim tetap menjadi sumber pendapatan terbesar Fanatics yang bernilai miliaran dolar. Pendiri sekaligus CEO Fanatics, Michael Rubin, menyampaikan dalam program “Squawk Box” di CNBC bahwa bisnis perdagangan perusahaan tersebut diproyeksikan melampaui pendapatan sebesar US$7 miliar pada tahun ini, mengungguli bisnis barang koleksi yang mencakup kartu perdagangan Topps dengan nilai sekitar US$5,5 miliar.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *