Gaya Hidup

Alasan Pisang Selalu Tersedia di Pos Refreshment Ajang Lari

Alasan Pisang Selalu Tersedia di Pos Refreshment Ajang Lari
Daftar Isi
  1. Sumber Karbohidrat untuk Menjaga Energi
  2. Kandungan Kalium dan Vitamin Pendukung
  3. Kepraktisan dan Strategi Konsumsi Pelari

Pisang menjadi salah satu buah yang sangat mudah ditemui di pos refreshment berbagai ajang lari, termasuk Jakarta Running Festival (JRF). Buah berwarna kuning ini berfungsi untuk membantu memenuhi kebutuhan energi para pelari yang berjuang menuntaskan jarak.

Sumber Karbohidrat untuk Menjaga Energi

Berdasarkan data Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) 2017 yang dilansir DetikHealth, kandungan karbohidrat pisang berkisar antara 22 hingga 33 gram per 100 gram tergantung jenisnya. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi penting ketika tubuh melakukan aktivitas fisik dalam durasi lama dengan memanfaatkan glikogen di otot dan hati.

Studi dalam jurnal Critical Reviews in Food Science and Nutrition tahun 2024 menunjukkan bahwa konsumsi karbohidrat selama latihan ketahanan mampu meningkatkan performa. Pisang dapat dijadikan salah satu pilihan makanan utuh untuk strategi pemenuhan energi, meskipun kebutuhan setiap pelari berbeda tergantung durasi, intensitas, dan kemampuan pencernaan.

Kandungan Kalium dan Vitamin Pendukung

Pisang dikenal sebagai sumber kalium dengan kandungan sekitar 300 miligram per 100 gram berdasarkan TKPI 2017. Mineral ini berfungsi menjaga keseimbangan cairan, penghantaran impuls saraf, serta kontraksi otot, dan didukung oleh mineral lain seperti fosfor, kalsium, magnesium, serta zat besi.

Selain mineral, buah ini juga memiliki kandungan vitamin C sekitar 9 miligram per 100 gram, serta vitamin B1, vitamin B2, dan niasin. Vitamin C bertindak sebagai antioksidan pelindung sel, sementara kelompok vitamin B membantu metabolisme zat gizi untuk menghasilkan energi dari makanan.

Kepraktisan dan Strategi Konsumsi Pelari

Penyelenggara ajang lari kerap memilih pisang karena buah ini tidak memerlukan proses pengolahan yang rumit dan bisa disajikan dalam bentuk potongan agar cepat dikonsumsi. Kulit pisang juga berfungsi sebagai pelindung alami bagian dalam buah, dengan catatan kebersihan penanganan dan peralatan tetap harus diperhatikan.

Meski sangat membantu, pisang bukan satu-satunya andalan untuk memenuhi kebutuhan elektrolit maupun energi secara keseluruhan. Pelari disarankan merencanakan strategi asupan dan hidrasi yang sesuai dengan kondisi tubuh serta mencoba makanan tersebut saat latihan untuk menghindari ketidaknyamanan pencernaan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *