Olahraga

Persija Kalahkan Persik 2-1 di Super League Lewat Drama VAR

Persija Kalahkan Persik 2-1 di Super League Lewat Drama VAR

Persija Jakarta sukses melakukan *comeback* dan meraih kemenangan tipis 2-1 atas Persik Kediri dalam pertandingan pekan ketujuh Super League yang berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (26/10) malam.

Babak Pertama

Persija langsung dikejutkan oleh taktik tekanan tinggi yang diterapkan oleh Persik sejak pertandingan dimulai, membuat tim tuan rumah tampak kesulitan menemukan ritme permainan terbaik mereka.

Persik berhasil memecah kebuntuan lebih dulu saat laga berjalan sepuluh menit. Berawal dari situasi tendangan sudut yang dikirimkan oleh Ernesto Gomez, bola disambut oleh Sergio Castel melalui sundulan kepala.

Kepala penyerang Persik itu mengarahkan bola dengan deras ke tiang jauh yang gagal dijangkau oleh penjaga gawang Nadeo Argawinata, membawa Macan Putih memimpin 1-0 atas Macan Kemayoran.

Persija baru mulai memberikan ancaman ke pertahanan lawan ketika memasuki menit ke-30 melalui sepakan mendatar jarak jauh yang dilepaskan oleh Rayhan Hannan.

Meskipun tendangan Hannan mengarah tepat sasaran, laju bola terlalu pelan sehingga kiper Husna Al Malik dengan mudah mengamankannya.

Lima menit berselang, giliran Arlyansyah Abdulmanan yang meneror lini belakang Persik dengan aksi penetrasi melewati dua pemain lawan untuk masuk ke kotak penalti.

Namun, upaya pemain muda Persija tersebut dalam melepaskan umpan silang berhasil dipatahkan oleh Francesco Carneira.

Menjelang turun minum, kedua kesebelasan saling bergantian mendapatkan peluang emas untuk mencetak gol.

Persija nyaris menyamakan kedudukan lewat tendangan striker asal Swedia, Alexander Jeremejeff, namun sontekannya masih membentur mistar gawang.

Tidak lama berselang, Persik balik mengancam melalui aksi Sergio Castel, tetapi Nadeo tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan ganda.

Skor 1-0 untuk keunggulan Persik Kediri tetap bertahan hingga babak pertama berakhir.

Babak Kedua dan Gol Kemenangan

Pelatih Persija melakukan respons cepat pada awal paruh kedua dengan memasukkan Rizky Ridho dan Kwon Chang Hoon untuk menggantikan Fabio Calonego serta Witan Sulaeman.

Persija akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-64 setelah sundulan Denis Kolinger menyambut umpan dari tendangan bebas yang dilepaskan Rayhan Hannan.

Gol penyeimbang tersebut membuat tingkat kepercayaan diri para pemain tuan rumah meningkat drastis dan intensitas pertandingan semakin meninggi.

Situasi ini membuat para pemain Persik kewalahan menghadapi kecepatan pemain-pemain Persija sehingga terpaksa sering melakukan pelanggaran.

Hanya berselang dua menit dari gol pertama, Persija berbalik memimpin setelah Rizky Ridho mencetak gol usai menerima umpan lambung terukur dari Denis Kolinger.

Gol tersebut sempat dianulir oleh pengadil lapangan karena Ridho dianggap berada dalam posisi *offside*, tetapi setelah peninjauan ulang melalui VAR, keputusan tersebut dibatalkan dan gol disahkan.

Nadeo Argawinata kembali melakukan penyelamatan krusial pada menit ke-89 dengan menepis sepakan kaki kiri Daffa Salman yang memanfaatkan kemelut di depan gawang.

Menjelang pertandingan bubar, penyerang pengganti Ivan Mamut sempat mencetak gol ketiga bagi Persija pada menit ke-90+5 usai meneruskan *assist* dari Chang Hoon Kwon.

Akan tetapi, gol tersebut kembali dianulir oleh VAR akibat pelanggaran yang dilakukan Denis Kolinger terhadap Jose Enrique sebelum proses gol terjadi.

Di detik-detik akhir, Persik gagal memanfaatkan peluang dari tendangan bebas di depan kotak penalti setelah bola sepakan mereka membentur pagar betis.

Keunggulan 1-1 Persija atas Persik tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *