Ekonomi & Bisnis

Pabrik Sepatu PT PWI di Lebak Tutup dan PHK 1.100 Karyawan

Pabrik Sepatu PT PWI di Lebak Tutup dan PHK 1.100 Karyawan

Pabrik sepatu PT Parkland World Indonesia (PWI) di Kabupaten Lebak, Banten, resmi tutup dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.100 karyawan. Penutupan fasilitas produksi ini terjadi setelah masa sewa bangunan pabrik tersebut berakhir dan manajemen memutuskan untuk tidak memperpanjangnya.

Alasan Penutupan dan Proses PHK Karyawan

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak Rully Chaeruliyanto menjelaskan bahwa pemutusan hubungan kerja gelombang terakhir bagi para pekerja telah dilaksanakan pada hari Jumat, 23 Oktober. Kebijakan tersebut diambil seiring dengan berakhirnya masa kontrak sewa gedung yang tidak diperpanjang lagi oleh pihak manajemen.

Berdasarkan keterangan dari pihak manajemen perusahaan, pabrik sepatu yang dikelola oleh pengusaha asal Korea Selatan itu berencana untuk memindahkan kegiatan operasionalnya ke wilayah lain. Adapun proses PHK terhadap ribuan pekerja di Lebak ini sebenarnya sudah berlangsung secara bertahap sejak akhir tahun 2025 sampai dengan Oktober 2026.

Pemerintah Kabupaten Lebak mencatat bahwa pihak perusahaan sebelumnya juga sempat merumahkan sekitar 900 pekerja sebelum akhirnya memutuskan menutup pabrik secara permanen. Saat ini, pemerintah daerah tengah berupaya keras menarik investor baru agar mau menanamkan modal di Lebak guna menciptakan kembali lapangan pekerjaan bagi ribuan warga setempat.

Meski demikian, Rully memberikan apresiasi kepada pihak perusahaan karena telah menunaikan seluruh kewajiban mereka terhadap para pekerja yang terdampak. Perusahaan dinilai kooperatif dalam menyelesaikan hak-hak finansial karyawan secara tuntas tanpa menimbulkan permasalahan hukum.

Kisah Mantan Pekerja Beralih Menjadi Wirausaha

Salah satu mantan pekerja PT PWI bernama Widi menceritakan bahwa dirinya terkena pemutusan hubungan kerja pada tahun 2025 silam. Guna menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga sehari-hari, ia kini beralih profesi dengan mengelola usaha pengepul barang bekas atau rongsokan.

Widi memanfaatkan dana pesangon yang diberikan oleh perusahaan sepatu tersebut sebagai modal awal untuk mendirikan usaha penampungan barang rongsokan yang hingga kini masih terus dijalaninya.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *