Ekonomi & Bisnis

Dominasi Dolar AS Kalahkan Euro dan Yuan di Sistem Global

Dominasi Dolar AS Kalahkan Euro dan Yuan di Sistem Global
Daftar Isi
  1. Peta Kekuatan Mata Uang Global
  2. Faktor Dominasi Dolar dan Posisi Yuan
  3. Mengenal Peran dan Fungsi SWIFT

Dolar Amerika Serikat (AS) mempertahankan posisinya sebagai mata uang utama yang paling mendominasi sistem pembayaran global. Berdasarkan laporan Global Currency Tracker edisi September 2026 dari Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT), mata uang Negeri Paman Sam tersebut menguasai 52,09 persen dari total nilai pembayaran global yang diproses melalui jaringan SWIFT pada Agustus 2026.

Peta Kekuatan Mata Uang Global

Capaian tersebut menempatkan dolar AS jauh melampaui mata uang utama lainnya, dengan angka yang melampaui separuh dari seluruh nilai pembayaran yang tercatat dalam jaringan SWIFT. Di posisi kedua, euro mencatatkan pangsa sebesar 21,37 persen, diikuti oleh poundsterling Inggris di angka 6,37 persen.

Apabila digabungkan, pangsa pasar dolar AS dan euro telah menguasai 73,46 persen dari keseluruhan nilai pembayaran global yang melewati jaringan SWIFT. Sementara itu, yuan China yang berasal dari salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia masih tertinggal di peringkat kelima dengan pangsa 3,26 persen, berada di bawah yen Jepang yang mencatatkan 3,52 persen.

Untuk kawasan Asia Tenggara, dolar Singapura mencatat pangsa terbesar yakni 0,40 persen, disusul baht Thailand sebesar 0,28 persen. Adapun rupiah Indonesia belum masuk dalam jajaran 20 besar mata uang dengan pangsa pembayaran terbesar melalui SWIFT.

Faktor Dominasi Dolar dan Posisi Yuan

Besarnya penggunaan dolar AS didorong oleh sejarah panjang perannya sebagai mata uang utama dalam perdagangan internasional serta pasar keuangan dunia. Banyak perusahaan memanfaatkan dolar AS untuk menetapkan harga barang, menyelesaikan pembayaran impor, serta menerima hasil ekspor, bahkan untuk transaksi yang tidak melibatkan pihak Amerika Serikat.

Selain sektor perdagangan, likuiditas dan skala pasar keuangan AS yang besar turut mendukung penggunaan dolar dalam investasi, pinjaman, serta penerbitan surat utang. Di sisi lain, tertinggalnya posisi yuan China menunjukkan bahwa ukuran ekonomi suatu negara tidak secara otomatis menjadikan mata uangnya mendominasi transaksi internasional, yang juga bergantung pada kemudahan akses serta likuiditas.

China sendiri terus memperluas infrastruktur pembayaran lintas negara lewat Cross-Border Interbank Payment System (CIPS). Kendati demikian, statistik SWIFT hanya mengukur nilai pembayaran yang diproses melalui jaringan tersebut dan tidak mencakup seluruh transaksi global secara keseluruhan.

Mengenal Peran dan Fungsi SWIFT

SWIFT beroperasi sebagai jaringan komunikasi keuangan internasional yang menghubungkan lebih dari 11.500 bank dan lembaga keuangan di berbagai negara untuk mengirimkan instruksi pembayaran secara aman. Lembaga yang berpusat di Belgia ini berbentuk koperasi kepemilikan anggota dan bukan dikendalikan oleh satu negara tertentu.

Perlu dipahami bahwa SWIFT berfungsi sebagai sarana pengiriman pesan dan instruksi pembayaran, sementara proses pemindahan dana riil dilakukan langsung oleh bank atau lembaga keuangan yang bertransaksi. Data Agustus 2026 dari jaringan ini menegaskan kekuatan dominan dolar AS dibandingkan mata uang lain di panggung global.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *