Daftar Isi
Masyarakat mengenal madu sebagai pemanis alami yang menyehatkan tubuh. Namun, wilayah pegunungan Himalaya di Nepal menyimpan jenis madu langka yang mampu memicu halusinasi serta keracunan bagi siapa saja yang mengonsumsinya.
Mengenal Mad Honey dari Himalaya
Madu unik tersebut populer dengan sebutan mad honey atau madu halusinasi. Seperti dilaporkan NDTV Food, produk ini dihasilkan oleh spesies lebah terbesar di dunia bernama Apis laboriosa yang mendiami kawasan pegunungan Himalaya.
Bahan utama madu ini berasal dari nektar bunga rhododendron yang membawa senyawa alami bernama grayanotoksin. Kandungan tersebut berdampak langsung pada sistem saraf manusia sehingga memunculkan gejala berupa pusing, mual, sampai perubahan tekanan darah.
Habitat lebah ini terletak di beberapa daerah di Nepal seperti Lamjung, Gorkha, Myagdi, dan Kaski pada ketinggian antara 2.500 sampai 3.500 meter di atas permukaan laut. Suhu lingkungan yang dingin dan lembap membuat kadar grayanotoksin di dalam madu semakin pekat.
Proses Panen Ekstrem dan Manfaat Tradisional
Cara mendapatkan madu ini tergolong sangat berbahaya dan menantang maut. Tradisi berburu madu ini telah dilestarikan oleh masyarakat suku Gurung di Nepal selama ratusan tahun.
Para pemburu harus berayun di atas tebing setinggi kurang lebih 91 meter dengan mengandalkan tangga bambu buatan tangan serta tali tambang tanpa memakai alat pengaman modern. Mereka menyemburkan asap dari bagian bawah tebing untuk mengusir lebah sebelum akhirnya memotong sarang berukuran besar secara manual.
Dalam takaran kecil, madu tersebut dipercaya mampu menghangatkan tubuh, meredakan stres, serta menciptakan rasa gembira. Sebaliknya, pemakaian berlebihan dapat memicu mual, pusing, dan sensasi kepala berputar.
Warga lokal suku Gurung juga memanfaatkan madu ini sebagai obat tradisional untuk meredakan nyeri sendi, menurunkan kolesterol, serta menjaga kesehatan jantung, kendati khasiat tersebut belum teruji secara medis.
Faktor Penentu Harga Fantastis
Kelangkaan serta metode panen yang bertaruh nyawa menjadikan pasokan madu ini sangat terbatas di pasaran. Nilai jualnya menembus angka 10.000 rupee India atau setara dengan Rp1,9 juta untuk setiap kilogramnya.
Banderol harga yang tinggi itu menjadikan mad honey sebagai komoditas eksklusif yang diburu banyak orang karena keunikan senyawa serta cara mendapatkannya. Meskipun begitu, kandungan grayanotoksin di dalamnya tetap menyimpan potensi bahaya keracunan sehingga tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan.
Sumber: Food - Detikcom




