Daftar Isi
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melayangkan ancaman serangan terhadap sejumlah fasilitas penting di negara-negara Teluk. Berdasarkan laporan CNBC Indonesia, Teheran memperingatkan akan menyasar fasilitas minyak, pusat data, kabel bawah laut, hingga infrastruktur kecerdasan buatan jika Amerika Serikat dan Israel kembali melancarkan serangan.
Ancaman Tanpa Batas dari Teheran
Seperti dilaporkan CNBC Indonesia, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyatakan bahwa serangan balasan negaranya dapat menjangkau hingga tujuh negara di kawasan Teluk apabila perang pecah. Peringatan senada disampaikan Mehdi Mohammadi yang menegaskan bahwa perang mendatang akan menjadi ancaman eksistensial bagi Iran, sehingga mereka tidak akan membatasi sasaran maupun wilayah pembalasannya.
Ancaman tersebut memicu kekhawatiran global mengingat kawasan Teluk merupakan salah satu pusat produksi minyak dan gas terbesar di dunia. Perluasan konflik berpotensi mengganggu pasokan energi global serta memukul perekonomian internasional.
Perbandingan Kekuatan Militer Global Firepower 2026
Menanggapi situasi ini, data Global Firepower Military Strength Ranking 2026 menempatkan Iran di peringkat ke-16 dunia dari total 145 negara. Posisi tersebut berada di atas seluruh negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), termasuk Arab Saudi yang menempati peringkat ke-25 dunia, Irak di posisi ke-44, serta Uni Emirat Arab (UEA) di peringkat ke-54.
Penilaian yang menggunakan indikator Power Index (PwrIndx) ini menempatkan Iran pada skor 0,3199, lebih baik dibandingkan Arab Saudi sebesar 0,4473 dan Irak sebesar 0,8115. Kendati demikian, peringkat tersebut tidak menjadi jaminan kemenangan karena jalannya pertempuran turut ditentukan oleh strategi, teknologi, dan aliansi militer.
Keunggulan Personel dan Persenjataan Darat Iran
Dari segi kuantitas personel, Iran memiliki keunggulan signifikan dengan mencatatkan sekitar 610.000 tentara aktif. Angka ini jauh melampaui Arab Saudi yang memiliki 247.000 tentara, Irak dengan 193.000 tentara, serta Oman yang mencatatkan sekitar 100.000 tentara.
Selain jumlah personel, Iran juga memiliki keunggulan dalam hal armada tempur darat dengan kepemilikan 2.675 unit tank. Jumlah tersebut jauh lebih banyak daripada Arab Saudi yang memiliki 1.085 unit tank maupun Irak yang mengoperasikan 1.188 unit.
Dominasi Udara dan Keunggulan Anggaran Teluk
Kendati unggul di darat, kekuatan udara Iran tertinggal dari Arab Saudi yang memiliki 917 pesawat militer dan 283 pesawat tempur, berbanding 551 pesawat militer dan 188 pesawat tempur milik Iran. UEA turut mencatatkan kekuatan udara yang cukup besar dengan 581 unit pesawat militer.
Di sektor laut, Iran diperkuat oleh 109 aset armada, termasuk 25 kapal selam yang menjadi keunggulan strategis di dekat Selat Hormuz, sementara negara-negara Teluk pembanding tidak memiliki catatan kapal selam. Namun, dari sisi finansial, Arab Saudi memiliki anggaran pertahanan mencapai US$63,99 miliar atau hampir tujuh kali lipat dari anggaran Iran sebesar US$9,23 miliar, yang jika digabungkan dengan negara GCC lainnya mencapai US$116,77 miliar.
Potensi eskalasi konflik ini melibatkan variabel yang kompleks, terutama jika Amerika Serikat dan Israel turut serta dalam pertempuran yang dapat berdampak langsung pada stabilitas ekonomi serta pasokan energi dunia.





